Ntvnews.id, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun. Realisasi tersebut melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun dan tumbuh 27 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pencapaian tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada Kamis (11/6). Kinerja penjualan didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk properti baru, terutama pada segmen hunian menengah dan menengah atas.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh pengembangan sembilan kawasan kota terpadu yang saat ini dikembangkan Summarecon, yakni di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
President Director Summarecon Adrianto P. Adhi mengatakan permintaan pasar terhadap produk perusahaan masih menunjukkan ketahanan meski kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang. Ke depan, dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih berlangsung sampai saat ini, Summarecon akan tetap menjaga pengelolaan cash management secara prudent, mencermati perubahan pasar yang terjadi dan tetap berfokus pada pengembangan Kota Terpadu yang berkelanjutan untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Baca Juga: Summarecon Gelontorkan Rp600 Miliar untuk Bangun Mal Baru di Makassar, Ditargetkan Beroperasi 2028
Selain pertumbuhan penjualan, Summarecon juga membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun sepanjang 2025. Dari angka tersebut, laba bersih perusahaan tercatat mencapai Rp1,20 triliun.
Segmen pengembangan properti masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan. Unit bisnis yang mencakup penjualan hunian, properti komersial, dan apartemen tersebut menghasilkan pendapatan Rp5,51 triliun atau setara 63 persen dari total pendapatan perusahaan.
Di sisi lain, segmen investasi properti dan manajemen turut menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari unit usaha ini mencapai Rp2,28 triliun atau meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh bertambahnya pendapatan sewa pusat perbelanjaan. Secara keseluruhan, segmen ini berkontribusi 26 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, segmen bisnis lainnya membukukan pendapatan Rp981,12 miliar atau naik 1 persen dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan terutama berasal dari kinerja bisnis perhotelan yang terus menunjukkan tren positif. Kontribusi segmen ini mencapai 11 persen dari total pendapatan perusahaan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5 per saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp82,54 miliar.
Memasuki tahun 2026, Summarecon menargetkan marketing sales sebesar Rp5,2 triliun yang akan berasal dari seluruh proyek di sembilan kawasan kota terpadu yang dikembangkan perusahaan.
Kinerja penjualan pada awal tahun juga menunjukkan tren yang positif. Selama tiga bulan pertama 2026, perusahaan telah mencatatkan penjualan properti senilai Rp1,2 triliun. Angka tersebut meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memberikan sinyal positif terhadap pencapaian target penjualan sepanjang tahun ini.
President Director Summarecon Adrianto P. Adhi (tengah) dalam RUPST PT Summarecon Agung Tbk. (Istimewa)