Grab Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas Superbank, Perkuat Ekspansi Layanan Keuangan Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 15:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Armada promosi Superbank melintas di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jalan Sudirman, Jakarta. (Antara/HO/Superbank) Armada promosi Superbank melintas di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jalan Sudirman, Jakarta. (Antara/HO/Superbank) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) setelah meningkatkan kepemilikannya hingga melampaui 50 persen saham. Langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah transaksi di dalam ekosistem Grab, termasuk pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. pada Mei 2026.

Dengan status baru tersebut, Grab semakin memperkuat perannya dalam pengembangan layanan keuangan digital di Indonesia. Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan dukungan dari ekosistem Grab memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless bagi jutaan masyarakat Indonesia," katanya.

Baca Juga: Hadiri Kartini Leaders Fest, Neneng Goenadi: Peran Krusial Perempuan Jadi Ekosistem Unggul di Grab Indonesia

Menurut Tigor, kolaborasi dengan ekosistem Grab dan OVO telah menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Superbank. Hingga April 2026, penyaluran kredit perseroan tumbuh 55 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut didukung oleh integrasi layanan keuangan yang semakin kuat, termasuk melalui produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia langsung di aplikasi Grab dan OVO.

Selain mendorong pertumbuhan kredit, kinerja keuangan Superbank juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2026, perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar atau melonjak 1.529 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan ekspansi layanan digital yang dijalankan perusahaan.

Baca Juga: Grab Bantah Hengkang dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang

Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa peningkatan kepemilikan saham di Superbank merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif bagi masyarakat Indonesia.

"Peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang Indonesia serta peran penting layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Neneng menambahkan bahwa sinergi antara Grab dan Superbank akan terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai inovasi layanan yang memberikan manfaat nyata bagi mitra pengemudi, pelaku UMKM, pengguna aplikasi, serta masyarakat luas. Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan berharap dapat mendorong inklusi keuangan dan mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close