Purbaya: Daya Beli Masyarakat Tumbuh Signifikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 13:40
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap memenuhi panggilan DPR terkait pelemahan nilai tukar rupiah dimana sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap memenuhi panggilan DPR terkait pelemahan nilai tukar rupiah dimana sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan(Menkeu) menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, seiring terjaganya daya beli masyarakat dan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik.

Purbaya menjelaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga yang mencapai 2,94 persen. 

"Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan," ucap Purbaya  dalam keterangan tertulis, Jumat 15 Mei 2026.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi memberikan kontribusi sebesar 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara belanja pemerintah berkontribusi sebesar 1,26 persen.

Baca juga: Rupiah Anjlok, DPR Minta Purbaya hingga BI Jaga Kepercayaan Pasar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memotong anggaran kementerian hingga Transfer ke Daerah (TKD) bagi pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai menghambat investasi.  <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memotong anggaran kementerian hingga Transfer ke Daerah (TKD) bagi pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai menghambat investasi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Purbaya menjelaskan bahwa pemahaman terhadap struktur pertumbuhan ekonomi perlu dilihat berdasarkan kontribusi masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

"Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa pertumbuhan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun. 

Menurutnya, pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi pada akhir tahun kini diarahkan agar terealisasi lebih awal sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal.

Baca juga: Purbaya Temui Bahlil, Bahas Percepatan Program Swasembada Energi dan Listrik Desa

Pemerintah juga terus menjalankan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya beli masyarakat. 

Langkah tersebut dilakukan antara lain melalui percepatan realisasi belanja Kementerian/Lembaga dan pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun.

x|close