Saat Anak-anak Disabilitas Dilatih Membatik, Buka Peluang Ekonomi Mandiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 13:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi dengan UMKM binaan Zaliva menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Surabaya pada 6-10 Mei 2026. ANTARA/HO-PT PGN Tbk PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi dengan UMKM binaan Zaliva menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Surabaya pada 6-10 Mei 2026. ANTARA/HO-PT PGN Tbk (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ekonomi inklusif melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta anak-anak disabilitas lewat kegiatan membatik.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PGN bekerja sama dengan UMKM binaan Zaliva menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas dalam ajang Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 6-10 Mei 2026.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya menampilkan hasil karya UMKM lokal, tetapi juga memberi kesempatan kepada anak-anak disabilitas untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, serta keterampilan melalui pelatihan membatik dan keterlibatan langsung dalam pameran.

"Program ini tidak hanya memberi ruang berekspresi, tetapi juga membuka peluang ekonomi inklusif bagi anak disabilitas dan UMKM binaan," ujarnya.

Fajriyah menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pemberdayaan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Big Step! PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

PGN menunjuk Fajriyah Usman sebagai sekretaris perusahaan yang baru. PGN menunjuk Fajriyah Usman sebagai sekretaris perusahaan yang baru.

"PGN percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif agar anak-anak disabilitas dapat menyalurkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memiliki peluang untuk lebih mandiri melalui karya yang mereka hasilkan," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, lima anak disabilitas dari Rumah Anak Prestasi ikut terlibat dalam demo membatik di booth UMKM PGN. Anak-anak dengan kondisi tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa tersebut menunjukkan keterampilan membatik sekaligus berinteraksi langsung dengan pengunjung pameran.

"Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih luas bagi anak-anak disabilitas untuk berani tampil, menunjukkan hasil karya mereka, dan merasakan bahwa karya yang mereka buat memiliki nilai serta mendapat apresiasi dari masyarakat," kata Fajriyah.

Selain menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak disabilitas, PGN juga membawa lima UMKM binaan dari Garut, Padang, Palembang, Tangerang, dan Depok untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Baca Juga: PGN dan Pemkot Medan Perkuat Koordinasi Penyediaan Energi yang Aman dan Berkelanjutan

Hingga 2026, PGN tercatat telah membina ratusan UMKM di berbagai daerah dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis inklusivitas. Menurut Fajriyah, pemberdayaan UMKM dan kelompok rentan menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang selaras dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Pemilik UMKM binaan Zaliva Zakiyah Fitri menyampaikan apresiasinya atas dukungan PGN terhadap pengembangan kreativitas anak-anak disabilitas.

"Anak-anak disabilitas memiliki kreativitas dan semangat belajar yang luar biasa. Dengan dukungan PGN, mereka mendapatkan ruang untuk berkarya sekaligus merasakan langsung apresiasi dari masyarakat. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka," ujarnya.

Zakiyah menambahkan sekitar 30 anak disabilitas saat ini aktif mengikuti pelatihan keterampilan bersama Zaliva, mulai dari membatik hingga membuat kerajinan tangan. Program pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi di masa mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close