Gegara Kurang Saldo E-Toll, 21 Ribu Kendaraan Sebabkan Antrean di Gerbang Tol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 20:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gerbang tol kalikangkung Gerbang tol kalikangkung

Ntvnews.id, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyampaikaan berdasarkan evaluasi pada pada H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026, terdapat 21 ribu kendaraan dengan saldo e-toll kurang di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama.

“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ucap Rivan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 Maret 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. 

Baca juga: Jasa Marga Catat 2,43 Juta Kendaraan Melintas di Tol Regional Nusantara Saat Lebaran 2026

Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.

“Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tambahnya.

Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan kendaraan Golongan I diimbau menyiapkan saldo e-toll minimal sebesar Rp500.000. 

Sementara itu, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal sebesar Rp1.000.000.

"Jika proses top up di gerbang tol terjadi pada ribuan kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama tentu akan merugikan pengguna jalan, karena waktu perjalanan terbuang hanya untuk menunggu proses top up," lanjutnya.

Baca juga: Jasa Marga Terapkan Buka Tutup Rest Area Tol Japek Saat Arus Balik 2026

Untuk itu, Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-toll untuk kelancaran perjalanan arus balik.

Rivan juga kembali mengingatkan kepada pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak), bahwa kartu e-toll yang digunakan saat tap in wajib sama dengan yang digunakan saat tap out. 

Dengan demikian, pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengguna lain apabila saldo tidak mencukupi.

“Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area,” tutupnya.

x|close