Ntvnews.id, Purwakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional di Tol Trans Jawa akan bersifat situasional, bergantung pada kondisi arus kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan one way diterapkan karena adanya peningkatan signifikan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
Namun, jika kondisi lalu lintas kembali normal, maka sistem dua arah akan kembali diberlakukan seperti biasa.
"Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan dari kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini," kata Dudy Purwagandhi di Gerbang Tol Cikampek, Purwakarta, Jawa Barat.
Baca Juga: Korlantas Terapkan One Way Nasional KM 70–414 Mulai Hari Ini
Menurutnya, Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol memiliki parameter khusus berupa V/C ratio atau rasio kapasitas kendaraan sebagai dasar dalam menentukan rekayasa lalu lintas.
Saat ini, rasio volume kendaraan telah mencapai angka 8.000 sehingga perlu diberlakukan sistem satu arah.
"Kemudian apabila V/C ratio berkurang, maka rekayasa lalu lintas pun akan dikurangi atau disesuaikan," katanya.
Baca Juga: Menhub Resmikan One Way Nasional Tol Trans Jawa H-3 Lebaran
Selain itu, Dudy Purwagandhi juga mengimbau pemudik dari arah timur menuju barat untuk memanfaatkan jalur arteri yang telah disiapkan pemerintah guna mengurangi kepadatan di jalan tol serta meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas one way nasional resmi diberlakukan pada Rabu siang atau H-3 Lebaran 2025, dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.
Peresmian dilakukan melalui pengibaran bendera bersama jajaran kepolisian, Jasa Marga, dan Jasa Raharja, serta mulai berlaku pada pukul 13.25 WIB.
(Sumber: Antara)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berbincang bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan saat memantau persiapan One Way Nasional di Gerbang Tol Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi (Antara)