2,2 Juta Lebih Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Hingga H+1 Lebaran 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 20:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA/HO-Jasa Marga Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA/HO-Jasa Marga (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026 mencapai 2.217.462 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama.

Adapun empat GT Utama yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). 

"Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 27,1 persen jika dibandingkan dengan lalin normal (1.744.683 kendaraan)," ucap Rivan dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Maret 2026.

Baca juga: H+1 Lebaran, Arus Lalu Lintas Tol Jabodetabek–Jabar Alami Peningkatan

Rivan mengatakan, sebanyak 2,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 62,8 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 1.215.870 kendaraan (54,9 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 555.339 kendaraan (25,0 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 446.253 kendaraan (20,1 persen) menuju arah Selatan (Puncak).

Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 790.791 kendaraan, meningkat sebesar 129,8 persen dari lalin normal.

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 425.079 kendaraan, meningkat sebesar 10,1 persen dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 1.215.870 kendaraan, meningkat sebesar 66,5 persen dari lalin normal.

Arah Barat (Merak)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 555.339 kendaraan, lebih rendah 4,3 persen dari lalin normal.

Arah Selatan (Puncak)

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 446.253 kendaraan, meningkat sebesar 2,8 persen dari lalin normal.

Baca juga: Jasamarga Siagakan 574 Personel On Call untuk Arus Mudik

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan pada H+1 libur Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 (Minggu, 22 Maret 2026), lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek di empat gerbang tol utama masih tinggi. 

Lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek tercatat sebanyak 210.209 kendaraan, meningkat sebesar 57,3 persen dibanding normal 133.637 kendaraan. 

Sementara itu, untuk volume lalu lintas kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 170.681 kendaraan, masih lebih rendah 2,9 persen dari lalu lintas normal (175.739 kendaraan).

“Melihat masih tingginya lalu lintas mudik yang meninggalkan wilayah Jabotabek hingga H+1 Lebaran, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek dengan menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24, 28 dan 29 Maret 2026," ujar Rivan.

"Bagi pengguna jalan yang memiliki fleksibilitas waktu, dapat menggeser perjalanan kembali ke Jabotabek periode pemberlakuan Work From Anywhere (WFA) pada Rabu-Jumat (25-27 Maret 2026) agar tidak terjadi kepadatan kendaraan saat puncak arus balik,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30 persen yang diberlakukan pada periode arus balik tanggal 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus, sebagai upaya mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata serta meminimalkan potensi kepadatan. 

“Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari, serta mengantisipasi potensi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata yang umumnya mengalami peningkatan volume lalu lintas pasca perayaan Hari Raya Idulfitri,” tutup Rivan.

x|close