Ntvnews.id, Jakarta - Mobil listrik pertama Ferrari, Luce, mencatatkan respons pasar yang mengejutkan. Meski sempat menuai kritik dan kontroversi sejak diperkenalkan, seluruh alokasi produksinya untuk 2027 dilaporkan sudah habis dipesan.
Seperti dilaporkan TechCrunch, Rabu (4/11/2026), mobil listrik lima penumpang yang dirancang bersama Jony Ive, mantan kepala desain Apple, itu sebelumnya mendapat beragam respons negatif saat pertama kali diperkenalkan pada Mei 2026.
Bahkan, kontroversi tersebut sempat ikut menekan harga saham Ferrari. Namun, kritik tersebut ternyata tidak menyurutkan minat konsumen terhadap mobil listrik premium asal Italia tersebut.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, mengungkapkan bahwa seluruh produksi Ferrari Luce untuk 2027 sudah dialokasikan kepada pembeli.
Pernyataan itu disampaikan Vigna dalam konferensi laporan keuangan kuartal III Ferrari, Selasa (3/11/2026). "Produksi 2027 sudah teralokasi sepenuhnya," ujar Vigna.
Dengan kondisi tersebut, calon konsumen yang belum mendapatkan unit harus bersabar. Mereka kemungkinan perlu menunggu sekitar satu tahun untuk menerima mobil pesanannya.
Ferrari Luce dibanderol mulai US$615.000 atau sekitar Rp11,1 miliar, berdasarkan asumsi kurs Rp18.140 per dolar AS. Pengiriman pertama mobil listrik ini dijadwalkan mulai berlangsung pada kuartal IV 2026.
Target Penjualan Ferrari Luce Masih Terbatas
Meski seluruh produksi 2027 sudah habis dipesan, Ferrari belum mengungkapkan secara terbuka jumlah unit Luce yang akan diproduksi.
Laporan Financial Times sebelumnya menyebutkan, dengan mengutip sumber anonim, Ferrari berencana menjual kurang dari 500 unit Luce pada tahun ini.
Sementara itu, target jangka panjang perusahaan adalah mencapai penjualan 2.500 unit pada 2030. Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 600 unit per tahun.
Ferrari juga belum membeberkan identitas para pembeli Luce. Vigna hanya menjelaskan bahwa konsumen mobil listrik tersebut berasal dari latar belakang dan wilayah geografis yang beragam. Menurutnya, belum terlihat pola demografi tertentu di antara para pemesan.
Baca Juga: CEO Lamborghini Ungkap Kekurangan Supercar China yang Sulit Ditiru
Kustomisasi Dongkrak Kinerja Keuangan Ferrari
Di tengah persiapan pengiriman Luce, kinerja keuangan Ferrari juga menunjukkan tren positif. Permintaan terhadap jajaran kendaraan yang sudah dipasarkan, terutama layanan personalisasi atau kustomisasi, turut menopang pendapatan perusahaan pada kuartal III 2026.
Ferrari mengungkapkan, bisnis kustomisasi menyumbang lebih dari 21% terhadap total pendapatan kendaraan dan suku cadang.
Perusahaan juga mencatat meningkatnya minat konsumen untuk membuat setiap mobil Ferrari memiliki karakter yang lebih personal.
Hal tersebut terlihat dari pengiriman F80, hypercar edisi terbatas Ferrari, serta tingginya permintaan terhadap berbagai opsi personalisasi. Berkat kinerja tersebut, Ferrari menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya.
Perusahaan kini memperkirakan pendapatan yang disesuaikan mencapai sedikitnya €3 miliar atau sekitar Rp61,1 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp20.380 per euro), naik dari proyeksi sebelumnya sebesar €2,97 miliar (Rp60,5 triliun)
Secara keseluruhan, Ferrari membukukan pendapatan €1,9 miliar (Rp38,7 triliun) pada kuartal III 2026. Angka ini meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih mencapai €431 juta (Rp8,7 triliun), tumbuh 13% secara tahunan. Laba operasional tercatat sebesar €563 juta (Rp11,4 triliun) dengan margin operasional 29,7%.
Artinya, Ferrari mampu mempertahankan hampir 30 sen keuntungan operasional dari setiap €1 (Rp20.380) pendapatan yang dihasilkan.
Ferrari Luce. (Foto: Ferrari)