Ntvnews.id, Jakarta - Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatat sejarah sebagai turnamen terbesar FIFA dengan total 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang tersebut juga menjadi periode perjalanan udara yang sangat padat bagi Presiden FIFA Gianni Infantino.
Selama turnamen berlangsung, Infantino tercatat menempuh perjalanan udara hampir 60.000 mil atau sekitar 96.500 kilometer menggunakan jet pribadi Gulfstream G650. Total waktu yang dihabiskan di udara mencapai lebih dari 100 jam dengan frekuensi penerbangan yang nyaris dilakukan setiap hari. Jarak tersebut setara dengan mengelilingi Bumi hampir 2,5 kali.
Berdasarkan analisis Associated Press (AP) yang dikutip ABC, Senin, 20 Juli 2026, dari data penerbangan, dokumentasi foto, serta unggahan media sosial FIFA, Infantino melakukan perjalanan lintas Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk menghadiri pertandingan, rapat, wawancara, hingga berbagai agenda resmi lainnya.
Pesawat yang digunakan merupakan Gulfstream G650 milik armada pemerintah Qatar yang dioperasikan oleh divisi penerbangan charter pribadi Qatar Airways, salah satu sponsor resmi Piala Dunia.
Baca Juga: Eks Presiden UEFA Gugat Gianni Infantino, Tuding Ada Upaya Menghalangi Jalan ke Kursi Presiden FIFA
Sepanjang turnamen, Infantino tercatat menghadiri sedikitnya satu pertandingan di seluruh 16 stadion penyelenggara. Stadion Hard Rock di Miami menjadi lokasi yang paling sering dikunjunginya, yakni sebanyak lima pertandingan.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden FIFA itu bahkan menghadiri dua pertandingan dalam satu hari meski lokasi stadion dipisahkan jarak ratusan kilometer.
Untuk mendukung mobilitas tersebut, jet pribadinya tidak hanya mendarat di bandara internasional utama, tetapi juga memanfaatkan sejumlah bandara khusus penerbangan bisnis seperti Fulton County Executive Airport di Atlanta dan Opa-locka Executive Airport di Miami.
Secara keseluruhan, waktu terbang pesawat tersebut selama Piala Dunia setara hampir lima hari penuh berada di udara. Durasi itu bahkan cukup untuk melakukan sekitar 20 kali penerbangan komersial rute New York–Los Angeles.
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu, 10 Juni 2026 (Antara)
Di luar perjalanan menuju Qatar, penerbangan terlama berlangsung selama 344 menit dari Miami menuju Seattle pada 15 Juni. Saat itu Infantino menghadiri pertandingan Belgia melawan Mesir. Durasi penerbangan tersebut hampir setara dengan tiga pertandingan Piala Dunia yang dimainkan secara penuh dari awal hingga akhir.
Sementara itu, penerbangan terpendek—tidak termasuk penerbangan reposisi—berlangsung selama 28 menit dari Seattle ke Vancouver pada 6 Juli. Setelah menyaksikan laga Amerika Serikat kontra Belgia di Seattle, Infantino melanjutkan perjalanan untuk menghadiri pertandingan Swiss melawan Kolombia di Vancouver keesokan harinya.
Perjalanan terpanjang dalam satu hari terjadi pada 26 Juni. Hari itu diawali dengan penerbangan dari Miami menuju Dallas, kemudian dilanjutkan ke Seattle untuk menghadiri pertandingan Mesir melawan Iran. Pada malam harinya, jet pribadi kembali terbang menuju Miami dan tiba keesokan pagi, sebelum Infantino menghadiri laga Kolombia kontra Portugal.
Jika tidak menghitung perjalanan ke Qatar, total jarak yang ditempuh jet pribadi Infantino selama Piala Dunia mencapai hampir 60.000 mil atau sekitar 96.500 kilometer. Angka tersebut bahkan melampaui gabungan beberapa rute penerbangan jarak jauh dunia, seperti New York–Singapura, Los Angeles–Doha, dan London–Perth.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Pi (Antara)