Jakarta dan Shenzhen Jajaki Kerja Sama Sister City

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 10:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung dan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin Pramono Anung dan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin (Humas Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Shenzhen Tiongkok melalui skema sister city. 

Kesepakatan awal dibahas dalam pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Tiongkok. Target kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen diproyeksikan dapat terealisasi pada November 2026.

Pramono Anung menyampaikan bahwa Jakarta saat ini telah memiliki hubungan sister city dengan Beijing dan Shanghai.

"Saat ini Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal, untuk kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen," ujarnya, dikutip Kamis, 23 April 2026. 

Baca Juga: Pramono Kunker ke 3 Negara, Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Menurut Pramono, kolaborasi ini akan membuka ruang berbagi pengalaman antarkota demi pembangunan berkelanjutan. Jakarta dengan populasi sekitar 11 juta jiwa serta kawasan Jabodetabek mencapai 42 juta jiwa menghadapi tantangan urban yang kompleks.

Beberapa masalah utama yang ingin dipelajari dari Shenzhen seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, pengendalian banjir, sistem transportasi publik, dan tata kota modern. Pramono menilai Shenzhen bisa menjadi role model bagi Jakarta.

Sementara, Tao Yongxin menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia bahkan menawarkan konsep friendship city sebagai tahap awal sebelum status resmi sister city ditetapkan.

"Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people-to-people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim," ungkapnya.

Baca Juga: Dikritik MUI, Pramono Bakal Sesuaikan Tata Cara Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu

Menurut Tao Yongxin, posisi Indonesia yang strategis dalam jalur maritim global menjadi nilai tambah bagi pengembangan kolaborasi tersebut. Selain itu, ia juga menyoroti tantangan Jakarta di sektor transportasi. Karena itu, Shenzhen siap berbagi pengalamannya melalui kerja sama teknologi.

"Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik," ucapnya.

Shenzhen dikenal sebagai kota dengan kemajuan pesat di bidang teknologi dan smart city. Sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980, kota ini bertransformasi dari kawasan nelayan menjadi pusat teknologi global.

Sejumlah perusahaan besar berbasis di sana, seperti Huawei dan BYD. Dengan populasi sekitar 20 juta jiwa, Shenzhen menjadi salah satu kota terdepan dalam inovasi dan teknologi.

x|close