Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan pentingnya integritas bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai fondasi utama dalam membangun Jakarta menuju kota global.
Pesan tersebut disampaikan saat seminar umum integritas di Gedung Dinas Teknis, Gambir, Jakarta Pusat Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema Integritas sebagai Fondasi Pelestarian Budaya dan Penguatan Jakarta Menuju Kota Global.
Dalam arahannya, Rano Karno menjelaskan bahwa integritas bukan sekadar slogan, tetapi prinsip dasar yang wajib dimiliki setiap aparatur sipil negara.
"Integritas itu, dalam bahasa agama, adalah istiqomah. Orang yang istiqomah akan jujur, konsisten, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Kejujuran tanpa konsistensi tidak akan kuat. Dari situlah lahir tanggung jawab," tuturnya.
Menurutnya, integritas mencakup kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, dan sikap dapat dipercaya dalam melayani masyarakat. Ia juga mengingatkan para CPNS akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen mengabdi kepada warga Jakarta.
Rano menyebut dalam nilai keagamaan, integritas sejalan dengan makna istiqomah, yakni sikap teguh dan konsisten dalam kebaikan. Ia menilai seseorang yang istiqomah akan memiliki karakter jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjaga amanah.
Baca Juga: Tiru Brasil, Rano Rano Mau Jadikan Ikan Sapu-sapu Jadi Arang
Rano Karno (NTVNews.id/ Adiansyah)
Selain membahas integritas, Rano Karno juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya di Jakarta. Ia menjelaskan budaya merupakan perpaduan antara budi dan daya, akal dan tenaga. Karena itu, menjaga budaya bukan hanya merawat hasil karya, tetapi juga melindungi para pelaku seni, kreator, dan sumber daya manusia di baliknya.
Rano Karno mengingatkan bahwa status Jakarta kini berubah sebagai kota perekonomian nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
“Kalau kita ingin melestarikan budaya, jangan hanya menjaga hasilnya. Kita harus menjaga siapa yang menciptakannya. Jakarta sedang bertransformasi dan aparatur harus siap membawa kota ini naik kelas di tingkat global,” katanya.
Dalam delapan bulan terakhir, posisi Jakarta sebagai kota global disebut mengalami peningkatan, dari peringkat 74 menjadi 71. Rano mengungkapkan anggaran pendidikan di Jakarta telah mencapai lebih dari Rp7 triliun.
"Tanpa integritas, godaannya besar. Di sinilah pentingnya karakter aparatur,” ujarnya.
Prai yang akrab disapa Bang Doel ini juga menyoroti kontribusi sektor budaya yang menghasilkan pendapatan fiskal hingga Rp67 triliun, sekaligus menggerakkan ekonomi kota melalui integrasi kegiatan budaya dan keagamaan.
Di akhir arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan bagi aparatur masa depan. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tidak disalahgunakan.
"Perkuat kemampuan digital, tapi jangan membohongi diri sendiri dengan teknologi. Integritas tetap yang utama," tutupnya.
Rano Karno (Humas Pemprov DKI)