Pemprov DKI Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 19:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi cuaca panas. Ilustrasi cuaca panas. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan 2026.

Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan sektor pertanian perkotaan tetap berjalan di tengah potensi krisis air.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menyampaikan bahwa Pemprov telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi dampak musim kemarau ekstrem.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan koordinasi lintas sektor dalam menentukan langkah mitigasi menghadapi kemarau Panjang 2026 dengan upaya menjaga ketahanan pangan di perkotaan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga pasokan pangan di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program mitigasi.

Di antaranya dengan menginisiasi Gerakan Menanam Tanaman Pangan Alternatif sebagai pengganti beras. Kemudian, pemanfaatan lahan idle aset Pemprov untuk penanaman tanaman produktif (tanaman pangan dan hortikultura).

Lalu, optimalisasi sumber daya air yang dimiliki (embung, waduk, dan sungai). Selanjutnya, pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Lalu, penguatan jaringan irigasi perkotaan dan drainase. Berikutnya, pemberian fasilitasi sarana pendukung pertanian.

Baca Juga: 5 Tips Persiapan Mobil Hadapi El Nino: Aman Berkendara di Cuaca Ekstrem

Ilustrasi cuaca <b>(Pixabay/ Skitterphoto)</b> Ilustrasi cuaca (Pixabay/ Skitterphoto)

Selain program ketahanan pangan, Pemprov DKI juga menyiapkan langkah khusus mengatasi keterbatasan air untuk pertanian perkotaan. Yakni dengan melakukan pemanenan air hujan dan air AC. Melakukan revitalisasi dan pembuatan sumur resapan. Penggunaan teknologi pertanian perkotaan yang hemat lahan dan air seperti hidroponik, vertikultur dan vertiminaponik.

Sistem hidroponik dinilai menjadi jawaban efektif menghadapi kemarau panjang di kawasan perkotaan seperti Jakarta.

"Iya, karena pertanian sistem hidroponik merupakan model bentuk teknologi pertanian yang dikembangkan untuk skala perkotaan dengan memanfaatkan air sebagai media," ungkapnya.

Metode ini menggunakan air yang dicampur nutrisi sebagai media tanam, lalu dialirkan secara presisi ke seluruh tanaman. Karena efisien, hidroponik sangat cocok diterapkan di wilayah dengan lahan sempit dan pasokan air terbatas.

Air AC disebut berpotensi menjadi alternatif sumber air untuk pertanian kota. Air ini tidak mengandung klorin dan kloramin, sehingga aman bagi mikroba tanah serta tidak merusak akar tanaman.

"Air AC dapat ditampung dan digunakan sebagai upaya dalam penyediaan air bagi tanaman hal ini karena air AC bebas klorin dan kloramin, sehingga aman bagi mikroba tanah dan tidak merusak akar. Selain itu nilai ppm air AC rendah (< 5 ppm) sehingga cocok untuk dijadikan air baku untuk media hidroponik, sehingga penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi maksimal," tutupnya.

x|close