Ntvnews.id, Los Angeles - Sejumlah pekerja yang bertugas di Stadion SoFi, California, memberikan dukungan mayoritas terhadap langkah otorisasi mogok kerja hanya beberapa hari sebelum venue tersebut mulai digunakan untuk pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, Minggu, 7 Juni 2026. Situasi ini memunculkan potensi gangguan operasional di salah satu stadion utama yang akan menjadi pusat perhatian dunia selama turnamen berlangsung.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan serikat pekerja Unite Here Local 11, sebanyak 96 persen anggota menyetujui pemberian kewenangan kepada pimpinan serikat untuk menggelar aksi mogok apabila perundingan kontrak dengan pihak perusahaan tidak mencapai kesepakatan. Meskipun belum memastikan terjadinya aksi mogok, keputusan tersebut meningkatkan tekanan terhadap proses negosiasi yang masih berlangsung menjelang pertandingan perdana di Stadion SoFi pada 12 Juni.
Sekitar 2.000 pekerja sektor hospitality berpotensi terdampak apabila aksi tersebut benar-benar dilaksanakan. Mereka terdiri atas bartender, pelayan, koki, staf katering, hingga petugas pencuci peralatan. Perselisihan antara pekerja dan manajemen berfokus pada sejumlah isu utama, seperti tuntutan kenaikan upah yang dinilai sebanding dengan tingginya biaya hidup di Los Angeles, pemberian insentif khusus untuk event berskala internasional seperti Piala Dunia, serta perlindungan terhadap praktik subkontrak dan otomatisasi yang berpotensi mengurangi jumlah tenaga kerja.
Selain persoalan upah dan ketenagakerjaan, para pekerja juga menyampaikan kekhawatiran terkait kebijakan penegakan hukum imigrasi dan kewajiban memberikan data pribadi dalam proses akreditasi FIFA. Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menginformasikan kemungkinan kehadiran aparat federal selama pertandingan guna membantu pengamanan.
Co-President Unite Here Local 11, Kurt Petersen, menegaskan bahwa apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan, para pekerja siap melakukan aksi mogok. Menurut laporan media setempat, ia menyebut sekitar 70.000 penonton yang diperkirakan hadir dalam pertandingan Amerika Serikat melawan Paraguay dapat disambut oleh aksi demonstrasi besar-besaran dari para pekerja.
Baca Juga: Tempat Latihan Timnas Swiss di Piala Dunia 2026 Dekat Sarang Ular
Di sisi lain, Legends Global selaku perusahaan yang mengelola layanan hospitality Stadion SoFi menyatakan tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang adil melalui proses perundingan dengan serikat pekerja. Hingga kini, dialog antara kedua pihak masih terus berlangsung.
Perselisihan ini muncul pada momen yang sangat krusial bagi penyelenggara Piala Dunia di Los Angeles. Stadion SoFi dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan sepanjang turnamen, termasuk laga pembuka tim nasional Amerika Serikat. Sebagai markas klub NFL Los Angeles Rams dan Los Angeles Chargers, stadion tersebut selama ini menjadi salah satu pusat persiapan utama California Selatan menjelang turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa negosiasi antara serikat pekerja, Legends Global, dan FIFA masih menemui jalan buntu. Para pekerja menilai beberapa proposal terbaru hanya menawarkan kenaikan upah terbatas untuk sebagian kategori pekerjaan, sementara kategori lainnya justru mengalami pembekuan upah.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026, Mulai dari Ular Hingga Latihan Berjemur
Serikat pekerja juga menginginkan adanya perlindungan yang memungkinkan pekerja meninggalkan area kerja apabila terjadi operasi penegakan hukum imigrasi yang dianggap dapat mengancam keselamatan mereka.
Bagi penyelenggara, tantangan terbesar adalah memastikan kualitas layanan dan fasilitas bagi para pengunjung dari berbagai negara tetap terjaga. Aksi mogok, meskipun berlangsung singkat, berpotensi memengaruhi layanan hospitality yang menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.
Perundingan kontrak diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati laga pembuka. Meskipun peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka, hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap semua pihak yang terlibat. Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, penyelesaian konflik ketenagakerjaan ini menjadi ujian awal bagi kesiapan salah satu venue paling bergengsi dalam menyambut ajang sepak bola terbesar di dunia.
(Sumber: Antara)
Orang-orang berjalan melewati poster Piala Dunia FIFA 2026 di Los Angeles Union Station, Amerika Serikat, Kamsi (28/5/2026). ANTARA/Xinhua/Zeng Hui/aa. (Antara)