Seskab Teddy Bahas Program Hunian dan Pengembangan TOD Bersama BTN dan KAI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon Napitupulu serta Direktur Utama Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon Napitupulu serta Direktur Utama Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon Napitupulu serta Direktur Utama Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

"BTN bersama KAI dan Kementerian Perumahan berkomitmen membangun hunian vertikal di atas lahan milik KAI, salah satunya di Manggarai, Jakarta," kata Teddy dalam unggahan di akun Sekretariat Kabinet, Rabu, 22 April 2026.

Saat ini, pembangunan telah mencakup sekitar 5.000 unit rumah susun dengan tipe luas 45 dan 54 meter persegi yang berdiri di atas lahan milik KAI. Hunian tersebut dirancang agar tetap terjangkau melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca Juga: 8 Terdakwa Divonis 4 hingga 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan Izin TKA

Teddy mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, pembangunan rumah melalui skema tersebut telah mencapai 200 ribu unit dan akan terus ditingkatkan pada tahun ini.

"Dirut BTN menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, di tahun 2025 mengalami peningkatan pembangunan dengan telah membangun sekitar 200.000 ribu unit rumah melalui KPR / FLPP dan 40.000 unit rumah melalui non KPR. Dan di tahun 2026 ini sesuai arahan Presiden jumlahnya akan ditingkatkan," ujar Teddy.

Selain isu perumahan, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan redesain Stasiun Gambir, termasuk peningkatan kualitas layanan kereta api di berbagai stasiun lain, baik untuk penumpang maupun distribusi logistik di seluruh Indonesia.

"Serta mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai simpul perekonomian baru yang terintegrasi," ujarnya.

x|close