Pemerintah Targetkan 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat pada 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 22:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR)p Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR)p (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat (SR) terus meningkat hingga mencapai lebih dari 100 ribu pada tahun depan. Hal ini disampaikan saat meninjau rintinsan Sekolah Rajyat di STIA LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

"Saya kira itu intinya. Ya sekarang semua masih berproses, Insya Allah nanti di tahun ini kita akan menampung lebih dari 30 ribu, dengan tahun kemarin hampir 16 ribu, sehingga tahun ini aja di sekolah rakyat mungkin kalau semuanya lancar ada lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan Insya Allah kita akan menambah lagi 60 ribu siswa, sehingga tahun depan Insya Allah sudah lebih dari 100 ribu siswa sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa sistem penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka.

"Iya penjangkauan, jadi tidak ada pembukaan pendaftaran yang ada adalah penjangkauan. Iya ini dimulai tahun ini, tambahan 1000 siswa untuk lan 100 siswa. Diperkirakan mulai Mei atau Juni ya untuk masa orientasi,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Mau Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Kunjungan ke Korea Selatan

Untuk tahun ajaran baru, pemerintah masih mengkonsolidasikan skema pembelajaran, termasuk jenjang pendidikan yang akan dibuka.

"Tahun ajaran baru mestinya nanti Juli tapi mungkin ada masa pengenalan yang sekarang memang sedang dikonsolidasikan. Apakah nanti itu untuk SMP atau SMA atau untuk SMP dan SMA. Nanti bisa untuk SMP 1 kelas atau 2 kelas, untuk SMA 2 kelas atau semuanya 4 kelas untuk SMA,” jelasnya.

Gus Ipul juga memaparkan sejumlah lokasi rintisan Sekolah Rakyat yang sedang disiapkan.

"Jelas yang disini ada 4 rombel nanti. 4 rombel. Untuk apa? Oh 10 titik, 1 di Laan, satunya lagi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran ya di Marunda, kemudian satu lagi di Curug, satu lagi di Semplak, terus kemudian di Bekasi, lalu di Kementerian Pertanian di Pasar Minggu itu, terus di Lido, terus di BNN, terus satunya lagi di, satu lagi nanti di Curug sudah, sudah saya sebut tadi, Semplak sudah, kejombongan, mungkin Cawang Kencana, Caken, Cawang Kencana tempatnya Kementerian Sosial yang di Cawang Kencana, nanti juga ada di Hambalang, di Tagana Center, dan juga Politeknik Penerbangan Curug,” paparnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) <b>(NTVnews)</b> Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) (NTVnews)

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemutakhiran data agar program tepat sasaran.

"Ya diharapkan tadi ya semua sebenarnya bisa dijangkau, makanya jangkauan kita ada di desen, tapi ada juga yang belum ada di desisen yang kita jadikan bagian dari pemutahiran, sehingga kalau ada kita menemukan anak-anak di jalanan yang belum sekolah tadi, yang putus sekolah, itu kita data, kita verifikasi, kita validasi, lalu kita kirimkan ke BPS untuk dilakukan pengukuran, agar kita bisa melihat sebenarnya berada di desil berapa,” ujarnya.

Selain itu, Gus Ipul menyebut konsolidasi data menjadi mandat strategis Kementerian Sosial.

"Salah satu pesan yang disampaikan kepada kami oleh presiden dan itu kemudian menjadi bagian dari mandat strategis Kementerian Sosial, bagaimana kita bisa melakukan konsolidasi data bersama BPS dan kementerian lain, setelah itu dijadikan pedoman untuk menyalurkan bansor. Agar bansosnya ini tepat sasaran diterima oleh mereka yang berhak,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Mau Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Kunjungan ke Korea Selatan

Ia menambahkan bahwa pembangunan sekolah rakyat permanen tengah berlangsung di berbagai daerah.

"Jadi yang pertama sekarang sedang proses pembangunan di 100 titik lebih ya. 100 titik lebih dengan segala kendalanya, tapi sudah jalan. Ini berada di berbagai kabupaten dan kota seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya.

x|close