Ntvnews.id
Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz, menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi. Mayoritas kendaraan yang digunakan merupakan bus besar tipe coach.
"Ini kan layanan AKAP, antarkota perhajian. Tipe busnya Coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 sampai ada yang 51. Akan tetapi, kita membatasi (jumlah penumpang). Ada 15 perusahaan transportasi. Untuk armada estimasi sekitar 6000-an ya," ujarnya di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Dalam operasionalnya, pemerintah Indonesia menyediakan tiga jenis layanan transportasi bagi jamaah.
Baca Juga: Infografik: Rangkaian Ibadah Haji 2026, Dimulai 22 April
Pertama adalah bus Antarkota Perhajian (AKAP) yang digunakan untuk mengantar jamaah dari bandara ke hotel di Madinah atau Makkah, serta sebaliknya.
Kedua, layanan bus antar jemput di Makkah atau yang dikenal sebagai Bus Shalawat, yaitu fasilitas gratis selama 24 jam yang menghubungkan penginapan jamaah dengan Masjidil Haram.
Ketiga, Bus Masyair yang diperuntukkan khusus saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menurut Muslichuddin, Daerah Kerja Madinah mulai melakukan persiapan menjelang kedatangan jamaah pada Rabu, 22 April 2026.
Petugas transportasi nantinya akan menyiapkan sejumlah dokumen penting, termasuk formulir kedatangan yang memuat data jumlah jamaah, asal embarkasi, hingga kebutuhan armada bus.
"Kemudian, masing-masing rombongan kita tulis datanya, dan tugas transportasi yang bertanggung jawab atas catatan tersebut," katanya.
Terkait alur pergerakan jamaah di Madinah, ia menyebutkan prosesnya relatif sederhana. Perjalanan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel di Madinah hanya memakan waktu sekitar satu jam.
Baca Juga: Imigrasi Tunda Keberangkatan 13 WNI Terindikasi Haji Non-Prosedural
"Karena kita akan ada komunikasi tek-tok dengan pihak bandara, terutama transportasi bandara. Ketika jamaah tersebut sudah diberangkatkan dari bandara, diinformasikan ke kami di hotel Madinah, tentu kita akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan," kata Muslichuddin.
PPIH juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada jamaah yang tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi lainnya.
Dalam kondisi tersebut, petugas akan berkoordinasi dengan tim akomodasi untuk memastikan jamaah tetap terlayani.
"Jika ada jamaah yang ketinggalan, kita akan siapkan kendaraan di luar bus, entah kendaraan operasional Daker atau minibus Coaster yang biasa digunakan teman-teman petugas," katanya.
(Sumber: Antara)
Jamaah haji Indonesia menaiki bus Shalawat di kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (10/6/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nz. (Antara)