Sidang Korupsi Netanyahu Kembali Ditunda, Alasan Keamanan Jadi Sorotan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 04:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Sidang perkara korupsi yang menjerat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mengalami penundaan dengan dalih faktor keamanan.

Media The Jerusalem Post melaporkan bahwa persidangan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin. 20 April 2026 terpaksa dibatalkan sementara karena "alasan keamanan-diplomatik" yang tidak dijelaskan secara rinci.

Pihak jaksa penuntut menolak penundaan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Netanyahu seharusnya menyesuaikan agenda pribadinya dengan jadwal pengadilan, kecuali terdapat kebutuhan keamanan yang benar-benar mendesak dan tidak dapat dihindari.

Proses hukum terhadap Netanyahu berpusat pada Kasus 4000, yang berkaitan dengan dugaan pemberian perlakuan khusus kepada media sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan dirinya. Netanyahu telah membantah seluruh tuduhan tersebut.

Saat ini, perkara tersebut masih berada pada tahap pemeriksaan lanjutan atas kesaksian Netanyahu. Ia pertama kali memberikan kesaksian pada Desember 2024, sementara jaksa mulai melakukan pemeriksaan silang sejak Juni 2025.

Baca Juga: Netanyahu Terkejut Gegara Trump Larang Israel Serang Lebanon

Selain itu, Netanyahu juga terseret dalam dua kasus lain yang mencakup dugaan penyuapan, penipuan, serta penyalahgunaan kepercayaan.

Dalam Kasus 1000, Netanyahu bersama istrinya, Sara, dituduh menerima hadiah mewah senilai 700.000 shekel dari dua pengusaha sebagai imbalan atas bantuan politik.

Sementara pada Kasus 2000, ia diduga menjalin kesepakatan dengan pemilik perusahaan media Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes, guna memperoleh pemberitaan yang menguntungkan. Sebagai imbalannya, Netanyahu disebut menawarkan pembatasan terhadap surat kabar pesaing, Israel Hayom.

Benjamin Netanyahu <b>(The Arab News)</b> Benjamin Netanyahu (The Arab News)

Adapun dalam Kasus 4000, Netanyahu dan istrinya dituding meminta pemberitaan positif di situs populer Walla, yang dimiliki oleh rekannya, Shaul Elovitch. Sebagai balasan, Netanyahu diduga membantu memuluskan rencana merger perusahaan telekomunikasi yang diincar Elovitch.

Sidang kasus korupsi ini telah berlangsung sejak Mei 2020 dan pada awalnya diperkirakan selesai dalam beberapa bulan.

Namun, proses persidangan berulang kali mengalami penundaan. Netanyahu kerap beralasan tengah menghadapi situasi perang di Gaza dan Lebanon. Ia pun tetap membantah seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya.

x|close