Ntvnews.id, Madrid - Seekor bayi orangutan Kalimantan lahir di Madrid Zoo Aquarium, Spanyol, pada awal April lalu. Bayi tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat dan menunjukkan perkembangan yang normal.
Dalam pernyataan resminya, pihak kebun binatang menyampaikan bahwa bayi berjenis kelamin jantan itu lahir dengan berat sekitar 1,5 kilogram, setelah induknya yang bernama Surya menjalani masa kehamilan selama kurang lebih delapan setengah bulan.
Dilansir dari France 24, Sabtu, 18 April 2026, nama bayi orangutan tersebut nantinya akan ditentukan melalui pemungutan suara publik dari sejumlah pilihan yang diajukan oleh para perawat. Kelahiran ini juga menjadi yang keempat bagi Surya.
Para penjaga menilai naluri keibuan Surya sangat baik sejak awal. Bayi tersebut rutin menyusu, yang menjadi tanda penting pertumbuhan yang sehat.
Baca Juga: Pertamina Group Kembangkan Pusat Rehabilitasi Orang Utan di Kalimantan Timur
"Ketika bayi menyusu, semuanya berhenti. Surya benar-benar diam sampai anaknya selesai, baru kemudian bergerak untuk makan atau melakukan hal lain. Dia benar-benar ibu yang luar biasa," kata penjaga primata di kebun binatang tersebut, Maica Espinosa.
Secara alami, orangutan umumnya hanya melahirkan satu anak dalam satu kehamilan, meski dalam kasus tertentu dapat melahirkan kembar. Jarak antar kelahiran pun relatif lama, paling cepat sekitar enam tahun, bahkan bisa mencapai hingga 10 tahun.
Menurut International Union for Conservation of Nature, orangutan Kalimantan termasuk dalam kategori critically endangered atau sangat terancam punah. Spesies ini dikenal dengan bulu cokelat gelap dan sifatnya yang lembut.
Ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya adalah hilangnya habitat secara cepat serta maraknya perdagangan satwa liar ilegal. Di alam bebas, orangutan hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatra dan Kalimantan, yang wilayahnya terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Orang Utan Minta Makan ke Warga yang Melintas (IG: fakta.indo)