Ntvnews.id, Taheran - Iran menuntut sejumlah negara Arab untuk memberikan kompensasi atas dampak perang yang melibatkan mereka melawan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir-Saeid Iravani, telah meminta lima negara tetangga di kawasan Arab untuk membayar ganti rugi atas dugaan keterlibatan mereka dalam konflik tersebut.
Kelima negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Yordania.
Iravani menilai negara-negara tersebut telah melanggar hukum internasional sehingga harus memberikan "kompensasi penuh atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Republik Islam Iran."
Kompensasi yang diminta mencakup seluruh kerugian, baik material maupun moral, sebagaimana dilaporkan Associated Press.
Baca Juga: Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz dan Kembali Berunding dengan Iran
Konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari lalu dan berlangsung selama sekitar 40 hari. Perang tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian bagi Iran hingga mencapai US$270 miliar atau sekitar Rp4,6 kuadriliun.
Pada 8 April, AS dan Iran akhirnya menyepakati gencatan senjata. Meski demikian, proses negosiasi damai yang berlangsung masih menemui jalan buntu setelah putaran pertama pembicaraan pada Minggu, 12 April 2026 belum menghasilkan kesepakatan.
Ilustrasi - Negara-negara Teluk dan Selat Hormuz, jalur perlintasan minyak dunia. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait jadwal lanjutan perundingan damai tersebut.
Selama konflik berlangsung, Iran tidak hanya melancarkan serangan ke Israel, tetapi juga menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Serangan menggunakan rudal dan drone dilaporkan menjangkau wilayah Irak, Oman, serta negara-negara Arab lainnya.
Namun demikian, negara-negara yang disebutkan sebelumnya telah mengecam serangan Iran ke wilayah mereka. Mereka menegaskan tidak terlibat dalam konflik tersebut, termasuk tidak pernah meluncurkan serangan langsung terhadap Iran.
Arsip - Ilustrasi negara Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)