Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz dan Kembali Berunding dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 20:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latihan Gabungan Militer Angkatan Laut/Tentara Iran/Handout/pri) Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran, (19/2/2026). (ANTARA/Latihan Gabungan Militer Angkatan Laut/Tentara Iran/Handout/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Arab Saudi meminta Amerika Serikat untuk menghentikan kebijakan blokade di Selat Hormuz serta kembali membuka jalur perundingan dengan Iran. Hal tersebut dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Selasa, 14 April 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat di kawasan.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Arab Saudi mengkhawatirkan langkah yang diambil oleh Presiden Donald Trump dapat memicu peningkatan eskalasi dari Iran, sekaligus berpotensi mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya.

Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan Iran melakukan balasan dengan menutup Bab al-Mandeb, yaitu jalur sempit yang berada di Laut Merah dan memiliki peran vital bagi kelangsungan ekspor minyak Arab Saudi.

“Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur ekonomi vital mereka,” kata laporan itu.

Baca Juga: Sekjen PBB Desak Lanjutan Negosiasi AS-Iran, Tekankan Tak Ada Solusi Militer

Oleh karena itu, sejumlah negara di kawasan, termasuk Arab Saudi, mendorong Amerika Serikat untuk menyelesaikan persoalan ini melalui jalur diplomasi. Upaya pun terus dilakukan guna membuka kembali ruang dialog antara kedua pihak.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa meskipun secara terbuka kedua negara menunjukkan sikap keras, Amerika Serikat dan Iran masih menjaga komunikasi melalui pihak ketiga.

Bahkan, keduanya disebut siap kembali ke meja perundingan apabila masing-masing menunjukkan fleksibilitas.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan penerapan blokade angkatan laut di Selat Hormuz yang mulai diberlakukan pada Senin, 13 April 2026, pukul 14.00 GMT 21.00 WIB.

Baca Juga: Jika Konflik Berlanjut, IRGC Iran Ancam Gunakan 'Senjata' Baru

Kebijakan tersebut diambil setelah pembicaraan antara Washington dan Teheran yang berlangsung di ibu kota Pakistan pada akhir pekan tidak mencapai kesepakatan.

Perundingan itu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghentikan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Serangan tersebut dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 1.400 korban jiwa sejak 28 Februari, yang terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

(Sumber: Antara)

x|close