Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI kepada sejumlah investor raksasa Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut diungkapkan untuk meyakinkan sejumlah investor potensial dengan mengadakan sejumlah pertemuan di New York, dan Washington DC, AS
"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ucap Purbaya, Senin, 13 April 2026.
"Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," lanjutnya.
Baca juga: Temui Investor AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat
Purbaya menjelaskan bahwa investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang, hanya saja mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.
"Jadi mereka (investor) Gak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.
"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.
Purbaya juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS mengingat fondasi makro ekonomi RI dianggap sudah sangat baik.
"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya nya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.
Baca juga: Purbaya Sebut Dana Rp11,4 Triliun dari Satgas PKH Bisa Tambal Defisit APBN
Ketika ditanyakan strategi apa agar Investor yakin berinvestasi di Indonesia, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di APBN.
"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia Bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.
"Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkas Menkeu Purbaya.
Adapun investor AS yang melakukan pertemuan antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett dan TD Asset Management.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI kepada sejumlah investor raksasa Amerika Serikat (AS).