Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Tengah Ketegangan Blokade Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut muncul di tengah dorongan komunitas internasional agar gencatan senjata tetap dihormati dan proses negosiasi dilanjutkan.

Dilansir dari AFP, Selasa, 14 April 2026, militer AS menyampaikan bahwa blokade dijadwalkan dimulai pukul 14.00 GMT dan akan diberlakukan bagi seluruh kapal yang keluar maupun mencoba bersandar di pelabuhan Iran. Namun, setelah waktu yang ditentukan berlalu, belum ada konfirmasi resmi bahwa kebijakan tersebut telah dijalankan.

Melalui unggahan di media sosial, Trump mengklaim sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran telah dihancurkan selama konflik berlangsung. Ia juga memperingatkan bahwa kapal-kapal cepat milik Teheran yang masih tersisa akan menjadi target jika mendekati area blokade.

"mereka akan segera dihapus," jelasnya.

Baca Juga: Prancis–Inggris Siapkan Misi Multinasional Amankan Selat Hormuz

Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz pada Minggu, setelah delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance kembali dari pertemuan dengan pejabat Iran di Pakistan tanpa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari akibat serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran.

Pada Rabu sebelumnya, AS dan Iran sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan guna membuka ruang bagi negosiasi. Mediator dari Pakistan dan Qatar pun terus mendorong kedua pihak agar tetap mematuhi kesepakatan tersebut sambil melanjutkan upaya diplomasi.

"Gencatan senjata masih berlaku dan saat saya berbicara, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam rapat kabinet.

Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa.) (Antara)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization, Arsenio Dominguez, menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak melarang kebebasan pelayaran di selat internasional yang digunakan untuk transit global.

Di sisi lain, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendesak semua pihak untuk menjamin kebebasan navigasi dan tidak menjadikan jalur laut sebagai alat tekanan politik. Ia juga meminta Teheran dan Washington tetap menjalin komunikasi melalui mediator.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah Jika Amerika Blokade Kapal Tankernya di Selat Hormuz

Iran sendiri diketahui telah menutup Selat Hormuz bagi kapal yang dianggap sebagai musuh, dan hanya mengizinkan kapal dari negara yang dinilai bersahabat, seperti China, untuk melintas.

Di tengah ketegangan yang kembali meningkat, harga minyak dunia yang sebelumnya sempat turun usai gencatan senjata, kembali melonjak sekitar delapan persen pada Senin. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya jalur distribusi minyak akibat konflik di kawasan tersebut.

x|close