Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Teguh pada Prinsip Politik Luar Negeri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 17:06
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal berbicara dalam Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal berbicara dalam (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah Indonesia agar tetap konsisten berpegang pada prinsip politik luar negeri di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat ditemui di sela-sela acara Middle Power Conference di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Ia menyoroti peran Pakistan dalam memediasi komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia.

"Kita perlu stand up to our principle. Membela prinsip. Kalau kita harus mengkritik orang, sebesar apa pun, sekuat apa pun, termasuk Amerika Serikat, itu harus kita lakukan juga," kata Dino.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Minta Prabowo Fokus Perkuat ASEAN di Tengah Geopolitik Global

Ia menjelaskan bahwa Pakistan, meskipun merupakan sekutu utama non-NATO Amerika Serikat, tetap berani mengambil sikap tegas dalam isu tertentu.

Salah satu contohnya adalah ketika Pakistan mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dianggap melanggar hukum internasional.

"Pakistan bisa memainkan peran yang penting… mengambil posisi yang berprinsip. Jadi, dia [Pakistan] mengecam serangan Amerika terhadap Iran yang memang melanggar hukum internasional. Apalagi membunuh pemimpinnya dengan sengaja," ujarnya.

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Prabowo Tegaskan Indonesia Punya Opsi Keluar dari Board of Peace

Menurut Dino, prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif justru memberikan ruang bagi negara untuk bersikap independen dalam menghadapi berbagai dinamika global.

Karena itu, ia menilai Indonesia harus konsisten menjalankan prinsip tersebut, termasuk berani menyampaikan kritik terhadap negara lain demi menjaga tatanan dunia yang adil.

"Menurut saya, sebagai middle power, kita jangan lupa bahwa bebas aktif itu berarti bebas untuk bersikap, bebas untuk mengkritik, dan kita harus punya nyali untuk membela hal-hal yang penting bagi tatanan dunia yang adil," kata Dino.

(Sumber: Antara)

x|close