BMKG: Cahaya di Langit Malang Bukan Rudal Tapi Sampah Antariksa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:24
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Penampakan benda langit bercahaya di langit wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terekam oleh kamera ponsel milik warga, pada Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Tangkapan layar video instagram/@malang_kidulan. Penampakan benda langit bercahaya di langit wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terekam oleh kamera ponsel milik warga, pada Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Tangkapan layar video instagram/@malang_kidulan. (Antara)

Ntvnews.id, Malang, Jawa Timur - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa benda bercahaya yang terlihat di langit Kabupaten Malang bukanlah rudal. Fenomena tersebut diduga kuat merupakan sampah antariksa atau bagian roket yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan hasil analisis awal menunjukkan objek tersebut merupakan fenomena re-entry dari benda luar angkasa.

“Bukan rudal, analisa awal menunjukkan objek tersebut kemungkinan besar adalah sampah antariksa (space debris) atau tahap roket yang terbakar (re-entry) saat memasuki atmosfer bumi,” kata Ricko saat dikonfirmasi dari Kota Malang, Minggu.

Baca Juga: BRIN Ungkap Benda Langit Viral di Lampung Adalah Sampah Antariksa

Ia menambahkan, cahaya terang yang tampak di langit memiliki karakteristik menyerupai ekor ubur-ubur atau dikenal sebagai fenomena space jellyfish. Hal ini terjadi akibat pantulan sinar matahari pada gas buang roket di ketinggian tertentu.

“Efek dari space jellyfish adalah cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas yang lebar, sering kali disebabkan oleh roket Tiongkok, seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya matahari di ketinggian saat bumi sudah gelap,” ucap dia.

Menurut Ricko, fenomena serupa juga pernah teramati di beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti Lampung pada 4 April 2026 dan Natuna pada 9 April 2026. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini relatif sering muncul di wilayah khatulistiwa karena menjadi jalur orbit satelit serta lintasan sampah antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika kembali melihat fenomena serupa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu,” ucap Ricko.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Meteor Jatuh di Lampung Ternyata Sampah Antariksa, Bukan Membakar Daratan

Penampakan cahaya tersebut diketahui terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 dan sempat direkam warga menggunakan ponsel. Video kemudian diunggah melalui akun Instagram @malang_kidulan, yang menyebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 18.46 WIB di wilayah Kecamatan Slorok, Kromengan, Kabupaten Malang.

“Warga Malang Selatan digegerkan dengan fenomena langit diduga rudal, pada pukul 18.46 WIB (Sabtu, 11 April 2026). Dalam video jaraknya sangat jauh dan bergerak cepat secara horizontal,” tulis narasi pada unggahan video tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close