Ntvnews.id, Jakarta - Aparat kepolisian dari Polsek Cempaka Putih tengah mengusut kasus pencurian yang terjadi di sebuah rumah kosong di kawasan Cempaka Putih Timur XIV, Jakarta Pusat
Berdasarkan rekaman yang beredar, pelaku tampak mengenakan kaus berwarna putih dan celana pendek. Ia terlihat dengan sengaja merusak gembok pagar untuk bisa masuk ke area rumah, sebelum akhirnya membobol bagian jendela saat kondisi rumah sedang kosong ditinggal penghuninya. Aksi tersebut menunjukkan adanya perencanaan, terlihat dari cara pelaku mengakses titik masuk rumah.
Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa aksi pencurian terjadi pada Kamis (26/3) sekitar pukul 20.37 WIB di salah satu rumah bernomor 9 di lokasi tersebut.
“Pelaku masuk dengan membobol gembok pagar, terlihat jelas di rekaman CCTV,” ujar Pengky, Jumat (3/4).
Baca Juga: Donnarumma Menangis, Italia Gagal ke Piala Dunia Tiga kali Beruntun
Dari hasil penyelidikan awal yang mengacu pada rekaman CCTV, polisi mendapati bahwa pelaku berjumlah dua orang. Namun, hanya satu pelaku yang masuk ke dalam rumah dan menjalankan aksi pencurian, sementara satu lainnya berjaga di luar untuk mengawasi situasi. Dalam prosesnya, pelaku yang masuk sempat keluar sebentar untuk mengambil helm, sebelum kembali melanjutkan aksinya di dalam rumah.
Setelah berhasil menggasak sejumlah barang, pelaku akhirnya melarikan diri dengan membawa sebuah tas ransel yang diduga berisi barang-barang berharga milik korban. Peristiwa ini baru diketahui sekitar pukul 21.44 WIB, ketika adik ipar korban datang ke lokasi dan menemukan kondisi rumah sudah dalam keadaan terbobol.
Baca Juga: Tanggapan PSSI soal Paspor Gate Pemain Timnas Indonesia di Belanda
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cempaka Putih pada 29 Maret 2026. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa sejumlah barang berharga telah hilang, mulai dari perangkat elektronik hingga aksesori bermerek.
Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain satu unit laptop merek HP, kamera digital Kitbeez KF-4, kacamata HSF, empat topi New Era, satu tas Adidas, serta dua unit ponsel yakni iPhone X dan iPhone 6.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus memburu keberadaannya.
“Pelaku masih dalam penyelidikan,” kata Pengky.
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). (ANTARA)