Gempa Susulan M5,4 Guncang Barat Laut Ternate Malut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 10:47
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa. Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Maluku Utara pada Jumat pagi (3/4/2026). Getaran gempa terasa sekitar pukul 08.44 WIB, dengan pusat gempa berada di wilayah laut sebelah barat laut Ternate. Peristiwa ini menambah rangkaian gempa yang masih terjadi pascagempa besar sebelumnya.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengonfirmasi kejadian tersebut sebagai gempa tektonik. “Hari Jumat 03 April 2026 pukul 08.44.12 WIB wilayah Maluku Utara diguncang gempa tektonik,” kata dia dalam keterangan resminya.

Hasil analisis terbaru dari BMKG menunjukkan adanya pembaruan parameter kekuatan gempa. Jika sebelumnya tercatat bermagnitudo 5,2, data terkini mengindikasikan kekuatan gempa mencapai magnitudo 5,4, menandakan dinamika aktivitas tektonik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Rp65 Ribu, Balik ke Rp2,8 Juta per Gram

Secara geografis, titik pusat gempa berada pada koordinat 1,02 derajat Lintang Utara dan 126,50 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 100 kilometer dari arah barat laut Ternate, dengan kedalaman hiposenter mencapai 13 kilometer.

Karakteristik gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal. Kondisi tersebut dipicu oleh deformasi kerak bumi di bawah permukaan laut. Selain itu, analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi pada zona tektonik aktif.

Dari sisi dampak, guncangan dirasakan di wilayah Pulau Batang Dua, Kota Ternate, dengan intensitas mencapai skala III MMI. Pada level ini, getaran umumnya dirasakan jelas di dalam rumah, meskipun belum menimbulkan kerusakan berarti.

Baca Juga: Driver Ojol Tewas Terlindas Truk di Tanjung Priok Pagi Ini

BMKG juga menegaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah peristiwa gempa besar bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Pulau Natang Dua sehari sebelumnya. Aktivitas susulan seperti ini dinilai wajar dalam proses pelepasan energi setelah gempa utama.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi memicu tsunami.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

x|close