Ntvnews.id, Jakarta - Fenomena tidak biasa terjadi di wilayah pesisir setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara hingga Maluku Utara, Kamis pagi, 2 April 2026, sekitar pukul 06.48 WITA.
Sesaat setelah gempa, air laut di sejumlah pesisir terpantau mengalami surut secara tiba-tiba. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat ombak justru tertarik menjauh dari pantai dan bergerak ke arah tengah laut.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, mengingat surutnya air laut secara drastis kerap dikaitkan dengan potensi tsunami. Sejumlah warga di kawasan pesisir dilaporkan sempat panik dan menjauh dari bibir pantai sebagai langkah antisipasi.
Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa. (Antara)
Selain itu juga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk menjauhi pantai dikarenakan ada gelombang susulan.
Baca Juga: BMKG Catat 29 Gempa Susulan Pascagempa M 7,6 di Maluku Utara
Fenomena ini menjadi perhatian karena perubahan muka air laut terjadi dalam waktu singkat setelah gempa kuat mengguncang wilayah tersebut.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih memantau kondisi di lapangan serta memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan maupun potensi bahaya lainnya.
Air Laut Surut Usai Gempa M 7,6 di Bitung, Warga Pesisir Sempat Cemas (Istimewa)