Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 23:30
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi- Kapal nelayan yang ada di pesisir teluk Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi) Ilustrasi- Kapal nelayan yang ada di pesisir teluk Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di wilayah pesisir. Tak sekadar membangun infrastruktur, program ini mampu mendorong diversifikasi pekerjaan masyarakat nelayan hingga meningkat drastis.

Program KNMP yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan. Dari sebelumnya hanya 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan atau meningkat hingga 500 persen.

Ragam pekerjaan tersebut mencakup sektor pengolahan hasil laut, distribusi logistik, hingga usaha kuliner berbasis perikanan.

“Program KNMP membuka lapangan kerja baru secara signifikan. Jenis pekerjaan berkembang dari 2 jenis menjadi 12 jenis pekerjaan, atau naik 500 persen, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner,” ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Rabu, 1 April 2026.

Tak hanya dari sisi jenis pekerjaan, peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja yang terserap. Meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang atau tumbuh sebesar 47 persen. Hal ini memperlihatkan bahwa satu kawasan kampung nelayan kini mampu menopang kehidupan lebih banyak masyarakat.

“Yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” kata Qodari.

Program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir. Transformasi ini mencakup penguatan sistem produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya,” kata dia.

Dampak ekonomi yang dihasilkan pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta aktivitas produksi yang semakin berkembang. Program ini juga terbukti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di desa.

“Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ujarnya.

Pembangunan KNMP Tahap I dimulai pada awal September 2025 di 65 desa atau kelurahan yang tersebar di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sementara Tahap II dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi.

Pada 2026, pemerintah menargetkan ekspansi program ini hingga mencapai 1.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia. Target ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi di sektor kelautan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa.

x|close