Panglima TNI Pastikan Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit Gugur di Lebanon Terjamin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 16:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melayat ke rumah duka prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga) Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melayat ke rumah duka prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga) (Antara)

Ntvnews.id, Cimahi, Jawa Barat - Panglima Tentara Nasional Indonesia, Agus Subiyanto, menegaskan komitmen negara untuk menjamin hak serta masa depan keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.

Agus menyampaikan bahwa selain kenaikan pangkat, negara juga akan memberikan dukungan finansial dan pendidikan kepada ahli waris prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda.

"Yang pertama akan diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak yang lain dari Asabri (asuransi) mungkin Rp350 juta akan diberikan," ujar Agus usai melayat ke rumah duka Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Rabu.

Baca Juga: Demokrat Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Kehilangan Besar

Ia merinci bahwa anak dari prajurit yang gugur juga akan mendapatkan bantuan pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp30 juta, serta pendampingan hingga menyelesaikan pendidikan.

Dari sisi kesejahteraan, keluarga juga akan menerima gaji penuh sebesar 100 persen selama 12 bulan ke depan, serta hak tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas.

Terkait pemulangan jenazah, Agus menyebut prosesnya sedang dikoordinasikan oleh pihak terkait.

"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus oleh Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian)," ucapnya.

Sementara itu, untuk prajurit yang mengalami luka dalam insiden tersebut, Agus memastikan mereka telah mendapatkan perawatan medis yang memadai.

"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih," tutur Agus.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam dua insiden berbeda pada Maret 2026.

Baca Juga: Puan Maharani: Prajurit TNI Gugur Layak Dapat Penghargaan Negara

Mereka adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon yang meninggal akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026, serta Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar yang gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin, 30 Maret 2026.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberikan penghormatan terbaik sekaligus menjamin kesejahteraan keluarga para prajurit yang gugur dalam tugas negara.

(Sumber: Antara)

x|close