Longsor 4 Tewas, Pramono Perketat Sampah Masuk ke TPST Bantargebang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 12:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Personel Basarnas saat melakukan evakuasi korban timbunan longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Personel Basarnas saat melakukan evakuasi korban timbunan longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kapasitas penampungan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah semakin terbatas, sehingga perlu dilakukan pembatasan pengiriman sampah dari Jakarta.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih terkontrol sekaligus mencegah risiko penumpukan berlebihan.

Menurut Pramono, volume sampah yang dikirim ke Bantargebang setiap hari sangat besar. Rata-rata sampah yang masuk mencapai 7.400 hingga 8.000 ton per hari, terutama meningkat saat akhir pekan.

"Jadi sekarang ini harian sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton. 8.000 itu kalau biasanya pada akhir pekan," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Untuk mengurangi beban di Bantargebang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai memperketat sistem pengelolaan sampah, termasuk melakukan proses pemilahan di tingkat akhir agar tidak seluruh sampah langsung dikirim ke lokasi tersebut.

Pramono menegaskan, langkah pembatasan ini penting karena daya tampung Bantargebang sudah mendekati batas maksimal.

Sementara itu, aktivitas di area Zona 4A masih dalam proses penanganan setelah terjadi longsor pada Minggu, 8 Maret 2026, dan menewaskan 4 orang. Untuk menjaga operasional pengelolaan sampah tetap berjalan, Pemprov DKI sementara mengalihkan pengiriman sampah ke Zona 3.

Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Gunungan Sampah Bantargebang Longsor, Pramono Ungkap Kronologi hingga 4 Orang Meninggal

Selain itu, dua zona tambahan juga sedang disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara atau temporary hingga proses pemulihan di Zona 4A selesai dilakukan.

"Dan untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen. Dan harapan kami adalah untuk Zona 4 ini, 4A, segera bisa dipulihkan Kembali," ungkapnya.

Sebelumnya, longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat menelan korban jiwa. Insiden yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB itu menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Pramono mengungkapkan bahwa korban terdiri dari dua sopir, satu pedagang perempuan berusia sekitar 60 tahun, serta seorang pemulung perempuan.

"Empat orang yang meninggal, dua orang sopir, satu orang memang jualan ibu-ibu yang berusia 60 tahun kemudian satu orang adalah pemulung, perempuan juga. Jadi dua laki-laki, dua perempuan," jelas Pramono Anung.

x|close