Nasib Tragis Dzikri Pendaki Hilang di Kawah Ijen, Tapi Teman-temannya Malah Pulang Tanpa Lapor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 13:46
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki yang hilang saat melakukan perjalanan ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki yang hilang saat melakukan perjalanan ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nasib tragis menimpa Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki yang hilang saat melakukan perjalanan ke Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Ironisnya, remaja itu justru tidak pernah dilaporkan hilang oleh empat temannya yang mendaki bersama. Mereka memilih turun dan langsung pulang ke rumah masing-masing, seolah tidak terjadi apa-apa.

Akibat sikap tersebut, petugas baru mengetahui adanya pendaki hilang setelah keluarga Dzikri, yang panik karena ia tak kunjung tiba di rumah, melapor. Situasi ini membuat penanganan awal kehilangan menjadi terlambat.

Menurut laporan, Dzikri mendaki pada Rabu (18/2/2026) dini hari bersama empat temannya. Dua di antaranya naik bersama Dzikri, termasuk seorang tetangga yang berprofesi sebagai guide, sementara tiga lainnya menyewa troli untuk menuju kawasan kawah.

Kepala TWA, Rusdi Santoso, menegaskan bahwa tidak ada satu pun dari empat teman Dzikri yang melaporkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Dagang Resiprokal

"4 anak tidak melaporkan, langsung pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 08.00 WIB," ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.

Laporan baru masuk sekitar dua jam kemudian melalui keluarga. Rusdi menjelaskan bahwa guide yang ikut mendaki sebenarnya tidak sedang bertugas mendampingi kelompok Dzikri.

"Untuk guide bukan mendampingi tetapi karena tetangga dan kenal saja sehingga bareng naiknya, sedangkan guide itu sendiri bawa tamu," jelasnya.

Setibanya di kawah, seluruh rombongan beristirahat di pertigaan menuju kawah dan sunrise point. Namun ketika istirahat usai, Dzikri, remaja asal Desa Tamansari, tidak terlihat lagi. Teman-temannya tetap melanjutkan perjalanan turun dan kembali ke area Paltuding, tanpa mencari atau memberi tahu petugas.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Penemuan WNA Jepang yang Meninggal di Hotel Gambir

Pencarian kemudian digerakkan setelah laporan keluarga diterima. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa operasi awal hingga dini hari tidak membuahkan hasil.

Hari berikutnya, pencarian diperluas dengan mengerahkan 41 personel dari berbagai unsur, tim rescue Kantor SAR Banyuwangi, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, SAR Independent, serta warga sekitar.

Hilangnya Dzikri bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga menyulut perhatian publik mengenai kelalaian teman-temannya yang memilih pulang tanpa bertanggung jawab melaporkan kondisi sahabat mereka. Nasib Dzikri kini bergantung pada upaya pencarian intensif yang terus dilakukan.

x|close