Ormas Islam Nilai Alasan Prabowo Gabungkan RI ke Board of Peace Sudah Jelas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 10:08
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
PBNU dan Ormas Islam PBNU dan Ormas Islam

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan tokoh Muslim Indonesia yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026 menyatakan telah memahami alasan Presiden memasukkan Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP).

Sejumlah tokoh yang ditemui usai pertemuan itu juga menegaskan tidak terjadi perdebatan antara perwakilan ormas Islam dengan Presiden Prabowo saat sesi dialog yang secara khusus membahas BoP berlangsung.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus tokoh senior Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menilai penjelasan Presiden Prabowo terkait Dewan Perdamaian atau BoP Gaza sudah disampaikan secara gamblang.

"Saya kira 100 persen para pemuka agama sangat memahami yang Beliau (Presiden, red.) lakukan," kata Muhadjir saat menjawab pertanyaan wartawan seusai acara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca Juga: PBNU Akan Gelar Puncak Peringatan Harlah Ke-100 di Istora Senayan

Muhadjir menjelaskan, terdapat empat perwakilan dari kelompok ormas dan tokoh-tokoh Muslim Indonesia yang menyampaikan aspirasi, masukan, kritik, serta pandangan mereka secara langsung kepada Presiden Prabowo mengenai keanggotaan Indonesia dalam BoP. Dalam dialog tersebut, menurutnya, tidak terjadi perdebatan.

"Enggak ada, enggak ada (perdebatan, red.). Memang ada yang mempertanyakan, dan justru dengan pertanyaan itu Beliau bisa menjelaskan semakin clear (jelas, red.) ya," kata Muhadjir.

Pada kesempatan yang sama, Muhadjir menyampaikan keyakinannya bahwa tokoh-tokoh ormas Islam yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat dengan keputusan Presiden Prabowo menjadikan Indonesia sebagai anggota BoP.

"Sepanjang yang saya pahami begitu. Bahkan, (mereka, red.) memberikan masukan-masukan termasuk penguatan kepada Pak Presiden bagaimana ke depan Beliau bisa betul-betul membawa aspirasi dari Bangsa Indonesia, terutama tetap berpegang teguh kepada Pembukaan Undang-Undang Dasar 45 bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa. Itu yang menjadi concern Beliau (Presiden, red.)," kata Muhadjir.

PBNU PBNU

Di lokasi yang sama, dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Anwar Iskandar juga menyatakan memahami komitmen Presiden Prabowo untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina melalui BoP.

Karena itu, Anwar menegaskan MUI mendukung langkah Presiden Prabowo memasukkan Indonesia dalam keanggotaan BoP selama bertujuan untuk kemaslahatan umat.

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja, karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Yang kita dengar tadi (dari Presiden Prabowo, red.) adalah komitmen untuk kemaslahatan itu. Nah, sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji (dari Presiden, red.) kalau memang tidak bermaslahat akan keluar," ujar Anwar.

x|close