Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memastikan bahwa hasil identifikasi terhadap satu kantong berisi kerangka manusia yang ditemukan pada hari keenam operasi pencarian tidak berkaitan dengan korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan di Bandung, Kamis, 29 Januari 2026, mengatakan tim Disaster Victim Identification (DVI) menerima satu kantong jenazah berisi tulang-belulang dari pos tim Search and Rescue (SAR).
“Setelah dilakukan pemeriksaan forensik serta rekonsiliasi data post-mortem dan ante-mortem, tulang tersebut tidak teridentifikasi sebagai korban longsor,” kata dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim forensik dan DVI, kerangka tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun. Dengan demikian, temuan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Cisarua.
Polda Jabar menduga kerangka tersebut berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor dan terbawa akibat pergerakan tanah atau aktivitas alat berat selama proses evakuasi di lokasi bencana.
Selain temuan tersebut, Polda Jabar juga mengungkap adanya kasus identifikasi khusus, yakni satu jenazah yang sebelumnya ditemukan dalam dua kantong berbeda.
Baca juga: Tim DVI Polda Jabar Ambil Sampel DNA Keluarga Pramugari Pesawat ATR 42-500
Setelah dilakukan pencocokan data forensik, kedua kantong tersebut dipastikan berasal dari jenazah yang sama. Proses rekonsiliasi pun dilakukan sehingga hingga saat ini tercatat masih terdapat 13 jenazah yang belum teridentifikasi dan masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
“Terdapat satu jenazah yang teridentifikasi sama dengan jenazah pada kantong lainnya sehingga dari dua kantong jenazah tersebut kami satukan, karena hasil identifikasi menunjukkan jenazah yang sama,” tambahnya.
Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante-mortem dari pihak keluarga korban serta pemeriksaan DNA apabila data pembanding belum tersedia.
Terkait penanganan jenazah, Polda Jabar mencatat sebanyak 10 jenazah masih berada di sejumlah rumah sakit, yakni enam jenazah di Rumah Sakit Sartika, dua jenazah di Rumah Sakit Cibabat, serta dua jenazah lainnya di Rumah Sakit Welas Asih.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra menjelaskan bahwa pihaknya pada hari ini menerima tambahan tiga kantong jenazah dari pos Basarnas. Dua kantong di antaranya berisi jenazah utuh yang saat ini masih dalam proses identifikasi.
Ia menambahkan, hingga saat ini tim telah menerima total 55 kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
(Sumber Antara)
Sumber Antara
Petugas gabungan membawa kantong jenazah untuk proses identifikasi di Posko DVI Polda Jawa Barat, Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026) (Antara)