Ntvnews.id, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mencatat wilayah Petogogan, Kebayoran Baru, masih dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 45 sentimeter.
"Kelurahan Petogogan masih ada genangan kurang lebih 45 cm," kata Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan Muhammad Nur saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Nur menjelaskan, banjir di kawasan tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang disertai luapan Kali Krukut. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir juga disebabkan tanggul sementara yang terpasang kembali jebol dengan panjang kurang lebih tujuh meter.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 14.00 WIB masih terdapat 10 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan yang terendam banjir. Wilayah terdampak meliputi satu RT di Cipulir, empat RT di Pondok Pinang, dua RT di Kuningan Barat, serta tiga RT di Pejaten Timur, dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter akibat curah hujan yang tinggi.
Baca Juga: Kali CBL Meluap, Kawasan Perumahan di Sukawangi Bekasi Terendam Banjir Bak Lautan
Untuk mengantisipasi luapan air, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan telah memasang penahan kali menggunakan sekitar 1.300 karung pasir yang diperkuat kayu dolken sebagai penyangga. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah meluasnya genangan di kawasan permukiman warga.
Sebelumnya, Dinas SDA DKI Jakarta menyampaikan rencana normalisasi Kali Krukut di wilayah Petogogan, Kebayoran Baru, sepanjang 1,3 kilometer dari Segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean. Proyek normalisasi tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan tahapan awal berupa penetapan lokasi serta pembebasan lahan terdampak.
Berdasarkan data Dinas SDA DKI Jakarta, kebutuhan lahan untuk proyek normalisasi Kali Krukut mencapai sekitar 1,52 hektare yang mencakup 65 bidang tanah.
Baca Juga: Banjir di Rawa Indah Jakut Hambat Normalisasi Kali Cakung
(Sumber: Antara)
Petugas gabungan menangani tanggul jebol akibat banjir di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2026. ANTARA/Luthfia Miranda Putri (Antara)