Ntvnews.id, Sukoharjo, 16 Maret 2026 - Suasana sibuk sudah mulai terasa di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sejak pagi hari. Dengan mengenakan masker dan penutup kepala, belasan orang terlihat tengah mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada para penerima manfaat.
Salah satu pengemas tersebut adalah Erna Pujiastuti, perempuan berusia 42 tahun asal Desa Jetis, Tawangsari. Di salah satu sudut dapur, ia terlihat memasukkan nugget pisang ke dalam wadah plastik mika, menaburkan keju parut dan meses cokelat di atasnya, lalu mengemasnya dengan cepat.
Tangannya terlihat begitu gesit, seolah-olah ia sudah terbiasa dengan ritme kerja yang membutuhkan ketangkasan. Tak heran, sebab Erna dulunya merupakan pekerja di salah satu pabrik milik raksasa tekstil yang berlokasi di Sukoharjo.
Ia mengatakan terpaksa meninggalkan pekerjaannya beberapa waktu lalu setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi perusahaan yang pailit saat itu membuat dirinya bersama ribuan rekan kerja lainnya kehilangan penghasilan tetap.
"Dan setelah terkena PHK, saya jadi ibu rumah tangga saja di rumah sehari-hari, tidak kerja apa pun" ujar Erna, seperti dikutip Senin, 16 Maret 2026.
Baca Juga: Ibu Hamil di NTT Rasakan Manfaat MBG: Nutrisi Terpenuhi, Perkembangan Janin Terpantau Baik
Setelah dirumahkan, ia menjelaskan bahwa sang suami menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Namun, penghasilannya tidak menentu karena bekerja sebagai tukang. Kondisi tersebut terasa kian berat karena Erna juga harus menopang kebutuhan ibunya yang telah lanjut usia serta membiayai anaknya yang baru memasuki bangku SMA.
Oleh karena itu, Erna tidak ingin berpangku tangan. Ia tetap ingin berkontribusi finansial secara langsung kepada keluarganya. Untungnya, tak berselang lama, ia kemudian direkrut oleh SPPG Grajegan untuk bekerja di bagian pemorsian atau pengemasan menu MBG.
"Sekarang saya kerja di MBG Grajegan, Tawangsari. Di sini, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga membantu suami," imbuh dia.
Bagi Erna, bekerja di dapur MBG menjadi harapan baru setelah mengalami PHK. Melalui pekerjaan tersebut, ia kini tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga membantu suami serta mendukung kebutuhan pendidikan anaknya.
Ia pun mengaku bersyukur atas kehadiran program MBG karena telah memberikan kesempatan bagi dirinya dan masyarakat lainnya untuk kembali bangkit setelah kehilangan pekerjaan.
Baca Juga: BGN Setop Sementara 9 SPPG di Gresik Buntut Sajikan Kelapa Utuh pada Menu MBG
"Program ini sangat bagus soalnya bisa menyerap tenaga kerja. Saya berharap sama Pak Presiden Prabowo Subianto untuk terus menjalankan program ini," imbuh dia.
Kemudian, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo karena program tersebut telah membuka harapan baru, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi banyak masyarakat serta anak-anak Indonesia yang menjadi penerima manfaat.
"Semoga Pak Prabowo selalu sehat, Selalu diberi umur panjang," tutup dia.
Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Temukan Harapan Baru di Dapur MBG (Istimewa)