Menlu Sugiono: Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Diakui Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jan 2026, 11:40
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am. Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan pengakuan internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong terwujudnya perdamaian di Palestina. Menurut dia, posisi Indonesia dinilai konsisten dan berprinsip dalam memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Keanggotaan kita di dalamnya merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia serta pada posisi dan pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia dan, khususnya, perdamaian di kawasan tersebut,” kata Sugiono dalam rekaman video yang disiarkan melalui media sosial dan dipantau di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Sugiono menjelaskan, penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian oleh Presiden RI Prabowo Subianto di sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026 waktu setempat, menandai resmi berdirinya Dewan Perdamaian Gaza sebagai sebuah organisasi internasional.

Badan tersebut akan berperan dalam mengawasi administrasi, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung proses rekonstruksi Gaza yang dilaksanakan secara bertahap. Selain itu, Dewan Perdamaian juga akan mengawal jalannya pemerintahan transisi Palestina yang menjalankan fungsi administrasi di wilayah Gaza.

Baca Juga: Prabowo Selfie Bareng Zinedine Zidane di Davos saat WEF 2026

Menteri Luar Negeri Sugiono saat di acara ASEAN&ndash;Australia Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, 28 Oktober 2025.   <b>(ANTARA/HO-Kemlu RI)</b> Menteri Luar Negeri Sugiono saat di acara ASEAN–Australia Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, 28 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

"Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian ini merupakan wujud dari langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina,” ucap Menlu RI. Ia menambahkan, dalam waktu dekat pos perbatasan Rafah direncanakan segera dibuka untuk penyaluran bantuan kemanusiaan, serta pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) guna mendukung terciptanya perdamaian di Gaza.

Sugiono menilai keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza sejalan dengan komitmen jangka panjang Indonesia dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan bangsa Palestina. Menurut dia, forum tersebut menjadi salah satu alternatif konkret yang saat ini dapat diharapkan untuk mendorong terwujudnya kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan Palestina.

"Dewan Perdamaian ini merupakan satu alternatif konkret yang saat ini yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut,” kata Sugiono.

Baca Juga: Prabowo Blak-blakan soal Kesehatan Gratis di WEF: Program Nasional untuk Hemat Uang

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dewan Perdamaian Gaza merupakan peluang bersejarah untuk mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut. Ia menyatakan Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terlibat aktif demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Palestina.

Prabowo juga menyampaikan bahwa negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian adalah pihak-pihak yang memiliki niat membantu rakyat Palestina dan menginginkan perdamaian di Gaza. Selain Indonesia, sejumlah negara yang turut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian antara lain Hungaria, Bahrain, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UAE).

(Sumber: Antara) 

x|close