Menbud Fadli Zon Dorong Digitalisasi Buku Sejarah Era 1970–1990-an

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jan 2026, 18:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026. Rapat tersebut membahas rencana kerja strategis tahun anggaran 2026 dan pembahasan buku sejarah Indonesia. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026. Rapat tersebut membahas rencana kerja strategis tahun anggaran 2026 dan pembahasan buku sejarah Indonesia. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon merencanakan program digitalisasi buku-buku sejarah Indonesia terbitan era 1970–1990-an sebagai langkah pelestarian sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap khazanah sejarah nasional.

“Saya minta kepada Dirjen juga mengumpulkan semua buku yang menjadi proyek buku di pendidikan dan kebudayaan dari tahun 70, 80 dan 90-an sampai sekarang kita digitalisasi kita masukkan dalam e-book semua,” ujar Fadli Zon dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia mengingatkan bahwa pada periode tersebut banyak buku sejarah dengan konten bernilai tinggi, seperti serat dan babad, namun tidak diperdagangkan secara luas sehingga terhenti dari sisi produksi dan distribusi.

“Padahal itu hasil karya yang bagus sekali, jadi kita tahu ini akan coba digitalisasi buku,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kebudayaan berencana menggandeng Perpustakaan Nasional untuk mendukung proses digitalisasi dan penyimpanan buku-buku tersebut dalam format elektronik.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Tunjuk Tokoh Senior Jadi Penasihat Nasional Kebudayaan

Selain digitalisasi, Fadli Zon juga mengungkapkan rencana penyusunan buku sejarah tematik yang akan ditulis pada tahun ini. Tema yang disiapkan meliputi sejarah perang mempertahankan kemerdekaan periode 1945–1950 hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejarah Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, serta Kerajaan Samudra Pasai.

“Jadi ada empat buku paling tidak yang kita harapkan ditulis pada tahun ini sebagai pendalaman dari sejarah sehingga bukunya lebih komprehensif,” katanya lagi.

Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber rujukan sejarah yang lebih mendalam dan tersedia bagi publik dalam format e-book.

Terkait buku sejarah Indonesia secara umum, Fadli Zon menjelaskan bahwa penyusunannya telah memasuki tahap revisi akhir dan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026 dalam bentuk e-book.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan 1945–1949

Sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif dan memperkuat jati diri bangsa, Kementerian Kebudayaan sebelumnya meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” pada Minggu, 14 Desember 2025.

Penulisan buku yang dimulai sejak Januari 2025 itu melibatkan 123 sejarawan dan ahli dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” terdiri atas 11 jilid yang memetakan perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, hingga Barat, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, konsolidasi negara, era Orde Baru, hingga reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai tahun 2024.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close