Black Box Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jan 2026, 20:28
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Black Box Pesawat ATR 42-500 Black Box Pesawat ATR 42-500 (Dok: NTVNews.id)

Ntvnews.id, Sulsel - Kabar terbaru datang dari proses investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Tim SAR gabungan bersama unsur TNI dan Polri berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat tersebut, sebuah temuan penting yang menjadi kunci pengungkapan penyebab insiden tragis ini.

Penemuan black box dilakukan dalam operasi pencarian lanjutan di sekitar titik serpihan utama pesawat. Setelah berhasil dievakuasi, perangkat vital tersebut langsung diamankan dan akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menjalani proses analisis mendalam.

Baca Juga: Cuaca Jadi Penentu, Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Disiapkan Pakai Helikopter

Mesin pesawat ATR 42-500  <b>(Dok: NTVNews.id)</b> Mesin pesawat ATR 42-500 (Dok: NTVNews.id)

Baca Juga: Pangdam Hasanuddin: Badan, Ekor dan Jendela Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Di lokasi, sejumlah petugas terlihat membawa kotak hitam berwarna oranye khas perekam data penerbangan di hadapan awak media. Black box ini berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang menyimpan rekaman data teknis penerbangan serta percakapan terakhir di dalam kokpit sebelum kecelakaan terjadi.

Sebelumnya, tim SAR gabungan juga telah menemukan sejumlah serpihan badan pesawat serta satu korban di area lereng utara puncak Bulu Saraung, sekitar 200 meter di dalam jurang. Hingga saat ini, upaya evakuasi korban dan penyisiran lanjutan masih terus dilakukan dengan dukungan peralatan mountaineering dan personel berpengalaman.

Hasil analisis black box oleh KNKT nantinya akan menjadi dasar utama penentuan penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500, termasuk kemungkinan faktor teknis, kondisi cuaca, hingga aspek operasional penerbangan.

TERKINI

Load More
x|close