Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) saat mengunjungi lokasi proyek, Senin, 12 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan pembangunan IKN dapat menjadi pusat pemerintahan mulai 2028.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden sejak awal menekankan percepatan pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk fungsi legislatif maupun yudikatif di IKN. "Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk fungsi legislatif maupun yudikatif (di IKN) yang diharapkan selesai di 2028," kata Prasetyo.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembangunan IKN sebesar Rp6 triliun pada 2026. Strategi percepatan pembangunan meliputi penguatan perbaikan fungsi dan desain bangunan, percepatan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, menggandeng pihak swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan investasi swasta Rp66,5 triliun dan KPBU Rp158,73 triliun, serta menyederhanakan perizinan investasi, termasuk pengurusan sertifikat tanah.
Baca Juga: Pembangunan IKN Tahun 2026 Gunakan Anggaran Rp6 Triliun
Sejak 2022 hingga November 2025, realisasi anggaran pembangunan IKN tercatat meningkat signifikan, yakni Rp5,5 triliun pada 2022, Rp27 triliun pada 2023, Rp43,4 triliun pada 2024, dan Rp4,99 triliun pada 2025.
Pembangunan IKN dijalankan secara bertahap. Tahap 2020-2024 difokuskan pada fasilitas utama pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), mencakup istana, kantor, hunian, dan infrastruktur dasar. Tahap 2025-2029 menekankan operasional transportasi umum, perluasan permukiman, pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan lanjutan pembangunan.
Pada periode 2030-2034, pembangunan diarahkan pada pengembangan utilitas terintegrasi, transportasi kereta bandara Balikpapan-KIPP, peningkatan investasi, dan penguatan kota cerdas. Tahap 2035-2039 meliputi pengembangan pendidikan dan kesehatan, peningkatan infrastruktur, serta diversifikasi ekonomi daerah mitra. Sedangkan pada 2040-2045, fokus pembangunan akan diarahkan pada transportasi massal terintegrasi, pemantapan utilitas kota, pengurangan emisi nol, dan 100 persen energi terbarukan.
Langkah-langkah percepatan pembangunan IKN diharapkan memastikan kota baru ini dapat berfungsi sebagai pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan sesuai target pemerintah.
Baca Juga: Pembangunan IKN Terus Berjalan, Target Ibu Kota Politik 2028 Tetap Dikejar
Berikut Infografiknya:
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin, 12 Januari 2026. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan IKN sehingga dapat menjadi pusat pemerintahan mulai 2028. (Antara )
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin, 12 Januari 2026. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan IKN sehingga dapat menjadi pusat pemerintahan mulai 2028. (Antara)