Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama Nusantara TV, Randy Tampubolon, menegaskan komitmen medianya untuk tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi turut ambil bagian dalam mendorong transformasi ekonomi syariah nasional.
Hal itu disampaikan dalam forum Nusantara Sharia Economic Forum
“Tentu Nusantara Syariah Economic Forum ini kali kedua digelar oleh Nusantara TV yang dimulai pada tahun 2024 yang lalu. Hadir bukan hanya untuk menambah deretan seremoni saja, tapi ingin menjawab kebutuhan akan orkestrasi,” ujar di Nusantara Hall, Nt Tower, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Randy memaparkan potensi besar ekonomi halal Indonesia, mulai dari sektor makanan halal yang nilainya mencapai sekitar US$109 miliar, hingga cadangan emas tambang sekitar 110 ton per tahun yang dinilai dapat menjadi underlying kuat bagi ekonomi syariah.
“Kita punya potensi halal food senilai kurang lebih US$109 miliar. Dan bahkan cadangan emas dari tambang itu mencapai 110 ton per tahun. Tentu ini apabila digunakan sebagai underlying akan menjadi sangat kuat bagi ekonomi syariah. Lalu pertanyaannya, sejauh mana data ini terkonversi menjadi kesejahteraan rakyat?” katanya.
Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar serta keberadaan empat kawasan industri halal dari Banten hingga Sidoarjo. Selain itu, percepatan sertifikasi halal telah mencapai 5,9 juta produk dari target 10 juta produk.
“Tentu kita punya alasan kuat untuk optimis. Tadi datanya bahwa Indonesia sebagai populasi terbesar dan kita memiliki empat kawasan industri halal dari Banten hingga Sidoarjo. Akselerasi sertifikasi halal juga telah mencapai 5,9 juta produk,” ujarnya.
Menurut Randy, ekonomi syariah kerap terjebak dalam simbolisme dan slogan besar tanpa transformasi nyata. Karena itu, forum ini dirancang sebagai ruang diskusi lintas pemangku kepentingan untuk mencari solusi konkret.
Baca Juga: Nusantara Sharia Economic Forum (NUSHAF) 2026 Siap Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah Indonesia
“Kami menyadari bahwa ekonomi syariah seringkali terjebak dalam proyek simbol saja atau simbolik, besar di slogan lalu kecil dalam transformasi. Melalui forum ini, kami sudah mengemas dalam beberapa sesi dan pembicara-pembicara yang hadir juga sudah mewakili. Harapannya akan menjadi saluran komunikasi untuk kita bisa berenung dan berdiskusi mencari solusi terbaik dan mencari jalan-jalan keluar untuk bisa meningkatkan ekonomi seri A ke depan,” katanya.
Ia juga menyinggung arah kebijakan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan penguatan ekonomi syariah dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.
“Dan tentu bahwa Bapak Presiden Prabowo Subianto juga sudah menerima menetapkan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional) juga untuk keperluan syariah pada 2025 sampai dengan 2045 menjadi nomor satu di dunia. Sehingga forum ini adalah ajakan untuk melakukan koleksi arah, tidak boleh hanya menjadi konvensional yang berlabel alam, Ia harus menjadi instrumen keadilan yang memihak pada yang lemah dan mendorong sektor produk ini,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Randy berharap forum tersebut dapat melahirkan rumusan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama.
Direktur Utama Nusantara TV, Randy Tampubolon di NUSHAF 2026. (NTV)