Indonesia Teguhkan Posisi dalam Multilateralisme dan Dorong Reformasi Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 17:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berada di dalam sistem multilateralisme sambil mendorong reformasi dari dalam, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026, Rabu, 14 Januari 2026.

“Indonesia tidak akan menggantungkan kepentingan nasional pada multilateralisme yang tidak bekerja. Namun, Indonesia juga tidak akan menyerahkan masa depannya pada dunia tanpa aturan. Kita akan tetap berada di dalam sistem, sambil mendorong perubahan dari dalam,” ujar Sugiono dalam PPTM 2026 di Jakarta.

Sugiono menilai multilateralisme kini menghadapi tantangan serius, karena struktur dan mekanismenya tertinggal dibandingkan dinamika geopolitik, ekonomi, dan keamanan global yang bergerak dengan cepat.

Meski demikian, Menlu RI menekankan multilateralisme tetap menjadi alat strategis untuk memperluas ruang manuver di tengah meningkatnya logika “hard power” dan memastikan kelangsungan hidup tidak menjadi permainan “zero sum game”.

Baca Juga: WNI Ditahan di Yordania, Menlu Sugiono: Kami Sudah Dikasih Izin Untuk Berkunjung

Bukti komitmen Indonesia terlihat dari keberhasilan meraih 10 pencalonan penting di berbagai organisasi internasional. Menurut Sugiono, pencapaian ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap rekam jejak diplomasi Indonesia dan prinsip multilateralisme.

“Indonesia yang aktif di BRICS, G20, APEC, MIKTA, OECD dan berbagai platform lainnya adalah untuk menjembatani kepentingan dan memperluas ruang strategis bagi Indonesia,” ujar Sugiono, sambil menekankan bahwa ketahanan dibangun melalui jejaring, bukan isolasi.

Sugiono juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di BRICS maupun proses menuju OECD bukan saling bertentangan, melainkan bagian dari strategi diversifikasi yang sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif.

“Multilateralisme hari ini adalah sebuah ekosistem arena yang bertahan karena diperkuat oleh berbagai platform. Ketahanan nasional dibangun dengan hadir secara konsisten di arena-arena ini dengan prinsip yang jelas dan arah yang kita tentukan sendiri,” kata Sugiono.

Baca Juga: Menlu Iran Pastikan Situasi Gelombang Protes Terkendali, Internet Masih Dibatasi

(Sumber: Antara) 

x|close