Ntvnews.id, Jenewa - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk keluar dari WHO berpotensi membuat negara tersebut, bahkan dunia secara luas, berada dalam kondisi yang tidak aman.
Peringatan itu disampaikan Tedros pada Selasa, 13 Januari 2026, seiring rencana resmi AS untuk mengakhiri keanggotaannya di WHO pada Januari ini.
Kebijakan tersebut bermula pada hari pertama kembalinya Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih, yakni Senin, 20 Januari 2025. Saat itu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan penarikan Amerika Serikat dari WHO. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian menerima pemberitahuan resmi terkait keputusan tersebut dua hari setelahnya.
Baca Juga: Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia, Termasuk Entitas PBB
Sesuai dengan piagam WHO, proses pengunduran diri sebuah negara anggota baru akan berlaku satu tahun setelah pemberitahuan resmi disampaikan.
"Itu bukanlah keputusan yang tepat," kata Tedros, seraya menyampaikan harapannya agar Amerika Serikat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan kembali bergabung dengan WHO, seperti dilaporkan Xinhua.
Tedros menegaskan bahwa berbagai program dan kerja WHO selama ini juga memberikan manfaat langsung bagi Amerika Serikat. Menurut dia, kerja sama global dalam bidang kesehatan menjadi kunci untuk menghadapi ancaman lintas negara.
"itulah sebabnya saya mengatakan AS tidak akan bisa aman tanpa bekerja sama dengan WHO," ujar Tedros.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal WHO itu juga menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tengah mengambil langkah bertahap untuk mengatasi tantangan pendanaan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyesuaian anggaran serta reformasi struktural guna memastikan keberlanjutan program-program kesehatan global.
Baca Juga: China Tegaskan Peran PBB di Tengah Penarikan AS dari Organisasi Internasional
(Sumber: Antara)
Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ANTARA/Xinhua (Antara)