Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) menyebut sebanyak 926 unit gedung sekolah yang rusak akibat terdampak banjir di provinsi itu, menjadi program prioritas revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Kepala Disdikbud Kalsel Galuh Tantri Narindra di Banjarbaru, Sabtu, menjelaskan hal itu dikoordinasikan secara intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
“Fokus utama adalah alokasi anggaran untuk program revitalisasi sekolah yang akan diprioritaskan pada 2026. Kemendikdasmen ada alokasi anggaran revitalisasi prioritas 2026, untuk sekolah yang terdampak banjir di Kalsel,” ujar dia.
Tantri mengatakan dari data terbaru sebanyak 926 sekolah mengalami kerusakan akibat banjir, dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, terdiri atas PAUD sebanyak 372 unit, SD (421), SMP (83), serta SMA dan SMK sederajat sebanyak 50 unit.
Selain infrastruktur sekolah, ia menyampaikan dampak banjir juga dirasakan langsung oleh para peserta didik, khususnya jenjang SMA dan SMK yang tercatat sekitar 700 siswa terdampak secara ekonomi dan fasilitas belajar.
Dari laporan sementara, Tantri mengungkapkan banyak di antara siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah, seperti tas, seragam, hingga buku-buku pelajaran.
“Kami akan salurkan langsung bantuan kepada siswa yang terdampak, kami dengar ada yang kehilangan tas sekolah, seragam, hingga buku-buku. Semoga mereka bisa lebih bersemangat kembali ke sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa,” ujar Tantri.
ANTARA
Jajaran Disdikbud Kalsel saat meninjau sekolah yang terdampak banjir di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-Disdikbud Kalsel (ANTARA)