BGN Catat Jumlah SPPG Untuk MBG Naik Jadi 19.800 Unit Awal 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 16:03
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi Sumba Timur 2, Kota Waingapu, NTT, Jumat, 18 Juli 2025. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am. Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamalaputi Sumba Timur 2, Kota Waingapu, NTT, Jumat, 18 Juli 2025. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026 jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 19.800 unit, meskipun belum seluruhnya beroperasi.

Dalam peninjauan pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026, Dadan menyoroti perkembangan signifikan implementasi program tersebut sejak pertama kali dijalankan.

Ia menjelaskan bahwa program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 dengan 190 SPPG dan jumlah penerima manfaat sekitar 570 ribu orang.

"Alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025, jumlah SPPG telah bertambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta. Hari ini sebetulnya jumlah SPPG sudah bertambah menjadi 19.800 tetapi yang melakukan kegiatan serempak itu 19.188," katanya.

Baca Juga: BGN Jelaskan SPPG di Sampang Sempat Berhenti karena Pergantian PPK

Menurut Dadan, SPPG yang baru terbentuk belum dapat langsung beroperasi karena masih harus melalui sejumlah tahapan administratif. Proses sejak pembentukan hingga pendanaan masuk ke rekening SPPG membutuhkan waktu sekitar lima hingga delapan hari.

"Sehingga yang terbentuk di Januari itu akan mulai kegiatan akhirnya di sesi kedua," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, mengingat gizi merupakan kebutuhan dasar.

Program MBG menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di seluruh jenjang pendidikan hingga tingkat SMA.

Baca Juga: BGN Alihkan 341 SPPG Jadi Dapur Darurat Saat Bencana Akhir 2025

"Selama satu tahun ini kita melihat satu kegiatan yang positif. Memang di sana sini masih ada kekurangan dan kami terus memperbaiki. Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta (orang) sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi akreditasi," tuturnya.

Sebelumnya, BGN mencatat telah memiliki sebanyak 19.188 SPPG sepanjang periode 2025 untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

BGN juga menyatakan bahwa mulai Kamis, 8 Januari 2026, Program MBG kembali dijalankan secara serentak dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

(Sumber: Antara) 

TERKINI

Load More
x|close