Ntvnews.id, Bern - Sebuah kebakaran hebat melanda bar bernama Le Constellation yang berada di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss. Insiden tragis tersebut menewaskan sedikitnya 40 orang.
Peristiwa kebakaran terjadi saat perayaan malam Tahun Baru, Kamis, 1Januari 2025 sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Otoritas setempat telah mengungkap dugaan penyebab kebakaran.
"Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi [00:30 GMT] tadi di sebuah bar bernama 'Le Constellation', saat para pengunjung merayakan tahun baru," ujar juru bicara kepolisian, Gaetan Lathion, seperti dilansir Al-Jazeera, Minggu, 4 Januari 2026.
"Lebih dari seratus orang berada di gedung itu, dan kami melihat banyak yang terluka dan banyak yang tewas," lanjutnya.
Baca Juga: Kebakaran Bar di Resor Ski Mewah Swiss, 40 Tewas dan 115 Terluka
Otoritas Swiss menyatakan kebakaran yang menewaskan puluhan orang di bar bawah tanah resor ski Pegunungan Alpen itu diduga kuat dipicu oleh lilin kembang api. Berdasarkan temuan awal jaksa setempat, api diduga berasal dari lilin kembang api yang dinyalakan terlalu dekat dengan langit-langit bar.
Para penyelidik memusatkan perhatian pada penggunaan kembang api setelah menelaah rekaman video serta mendengarkan keterangan para korban selamat dari tragedi yang terjadi pada dini hari tersebut di Crans-Montana.
Sejumlah video dan foto yang beredar menunjukkan kembang api yang ditancapkan di atas botol sampanye, diangkat oleh pengunjung bar hingga mendekati langit-langit rendah ruang bawah tanah. Diketahui, langit-langit bar tersebut dilapisi busa peredam suara.
Beberapa rekaman memperlihatkan material di langit-langit mulai terbakar, namun banyak pengunjung—sebagian besar berusia akhir belasan hingga 20-an tahun—tetap menari tanpa menyadari bahaya yang mengancam.
Atraksi api sebabkan kebakaran di restoran di Canggu, Bali. (Instagram)
"Semua indikasi menunjukkan bahwa api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang diikatkan pada botol-botol sampanye," kata Kepala Jaksa Wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers Juma, 2 Januari 2025.
Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. "Dari situ, kebakaran yang cepat, sangat cepat, dan meluas pun terjadi," tambah Pilloud.
Penyelidikan juga menyoroti kemungkinan peran busa insulasi di langit-langit yang diduga mempercepat penyebaran api. Pilloud menyatakan penyelidikan lanjutan akan menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian pidana dalam tragedi tersebut.
Pemilik bar, Jacques Moretti, warga negara Prancis, menegaskan bahwa standar keselamatan telah dipenuhi. "Semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan," ujarnya kepada media lokal Swiss. Moretti dan istrinya, Jessica, selamat tanpa luka dan telah dimintai keterangan sebagai saksi. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan.
Baca Juga: Rumah Makan Padang di Palmerah Kebakaran, Gara-gara Gas Bocor
Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, mengonfirmasi jumlah korban tewas dan luka. "Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar dari mereka mengalami luka serius," ujarnya.
Sebanyak 119 korban selamat masih menjalani perawatan, sebagian besar dalam kondisi kritis. Rumah sakit di Swiss dilaporkan kewalahan, sehingga sejumlah korban dirujuk ke negara-negara Eropa tetangga untuk perawatan luka bakar khusus. Para korban luka berasal dari berbagai kewarganegaraan, termasuk Swiss, Prancis, Italia, Serbia, serta beberapa negara Eropa lainnya.
Presiden Swiss Guy Parmelin turut menyampaikan duka mendalam dan menyebut kebakaran ini sebagai tragedi besar. "Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita," katanya.
Sejumlah saksi selamat mengisahkan momen mencekam saat berusaha menyelamatkan diri. Axel dan Nathan mengaku kesulitan bernapas akibat asap tebal dan akhirnya melarikan diri dengan memecahkan jendela.
"Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar," kata seorang saksi mata di luar bar.
"Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya," tambahnya.
Saksi selamat lainnya, Laetitia Place, menggambarkan kepanikan yang terjadi saat evakuasi. "Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun," ujarnya.
Place juga menceritakan kepanikan di pintu keluar yang sempit. "Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami," katanya.
Ia mengaku masih diliputi rasa takut dan menyebut sejumlah temannya hingga kini masih dirawat di rumah sakit. "Saya sangat takut - takut untuk diri saya sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam," ucapnya.
Kebakaran Resort Ski di Swiss (ARY News)