Meksiko Berlakukan Tarif Impor Baru hingga 35 Persen, Indonesia Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi uang. Ilustrasi uang. (Pixabay)

Ntvnews.id, Meksiko City - Pemerintah Meksiko resmi memberlakukan kebijakan tarif impor baru bagi negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Aturan ini diumumkan pada Selasa lalu dan dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis, 1 Januari 2026.

Berdasarkan keputusan Kementerian Ekonomi Meksiko, bea masuk hingga 35 persen dikenakan terhadap beragam produk impor yang berasal dari sejumlah negara Asia, antara lain Tiongkok, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. Kebijakan tersebut tertuang dalam dekret yang merevisi tarif atas 1.463 pos produk dari berbagai sektor industri.

Dilansir dari Agency, Jumat, 2 Januari 2026, produk yang terdampak mencakup sektor otomotif, tekstil dan garmen, plastik, baja, peralatan rumah tangga, aluminium, mainan, furnitur, alas kaki, barang kulit, kertas dan karton, sepeda motor, hingga kaca. Pemerintah Meksiko menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk melindungi industri domestik.

Baca Juga: Kemendag Targetkan Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Rampung Kuartal III 2025

Kementerian Ekonomi Meksiko menyebutkan bahwa penerapan tarif baru bertujuan menjaga sekitar 350.000 lapangan kerja di sektor-sektor sensitif, seperti alas kaki, tekstil, garmen, baja, serta manufaktur otomotif. Kebijakan ini juga diklaim sejalan dengan upaya mendorong reindustrialisasi yang “berdaulat, berkelanjutan, dan inklusif” di sektor-sektor strategis perekonomian nasional.

Aturan tarif tersebut sebelumnya telah disetujui Kongres Meksiko pada awal Desember. Para legislator menegaskan kebijakan ini tidak ditujukan kepada negara tertentu, melainkan dimaksudkan untuk memperkuat industri yang dianggap vital bagi kepentingan ekonomi nasional.

Kementerian Perdagangan Kementerian Perdagangan

Selain itu, pemerintah Meksiko menargetkan peningkatan kandungan lokal dalam rantai produksi hingga 15 persen melalui kebijakan ini, dengan mendorong produksi dalam negeri dan menggantikan bahan baku impor dengan alternatif lokal.

Otoritas setempat memperkirakan kebijakan ini berpotensi menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan investasi domestik hingga 28 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Meski demikian, kebijakan tersebut menuai kritik dari Tiongkok. Pada 11 Desember lalu, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengecam langkah Meksiko dan menyerukan penyelesaian melalui dialog.

“Tiongkok selalu menentang kenaikan tarif sepihak dalam bentuk apa pun dan mendesak Meksiko untuk segera mengoreksi praktik unilateral dan proteksionisme yang keliru,” ujar juru bicara tersebut.

x|close