Ntvnews.id, Bangkok - Seorang wisatawan asal India bernama Raj Jasuja mengalami luka parah setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok waria di Thailand. Peristiwa itu diduga dipicu karena Raj menolak membayar penuh jasa seks yang telah diterimanya.
Dilansir dari Thaiger, Jumat, 2 Januari 2026, kejadian tersebut berlangsung pada 27 Desember di kawasan Pattaya Walking Street. Petugas penyelamat dari Yayasan Sawang Borriboon Dhammastan menerima laporan sekitar pukul 05.30 waktu setempat mengenai seorang turis asing yang diserang di dekat pintu masuk kawasan tersebut.
Setibanya di lokasi, tim menemukan seorang pria dalam kondisi terluka yang kemudian diketahui bernama Raj Jasuja, warga negara India berusia 52 tahun. Ia mengalami luka di bagian wajah serta belakang kepala. Petugas memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke Rumah Sakit Pattamakun untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Baca Juga: 2.000 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Laga Persib–Bangkok United
Seorang saksi mata bernama Phongphon menuturkan bahwa ia melihat turis India tersebut terlibat adu mulut dengan seorang pekerja seks transgender di dekat pintu masuk kawasan pejalan kaki. Keduanya sempat saling mengejar dan memukul sebelum situasi berubah menjadi semakin ricuh.
Menurut Phongphon, konflik itu bermula dari perselisihan pembayaran, di mana pria India tersebut disebut tidak membayar penuh biaya layanan seks yang sebelumnya telah disepakati. Pekerja seks transgender itu kemudian memanggil sejumlah rekannya yang ikut menyerang korban secara bersama-sama.
Ilustrasi Polisi (Pixabay)
Pihak kepolisian menyarankan Raj untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi setelah kondisinya pulih. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Insiden serupa diketahui pernah terjadi di Pattaya. Pada September lalu, seorang turis India diserang oleh pekerja seks transgender setelah diduga menyentuh bagian tubuh pribadi tanpa persetujuan.
Baca Juga: Ayah Pratama Arhan Meninggal, Bangkok United Kirim Pesan Mendalam
Dalam kasus tersebut, waria itu mengaku pria tersebut meminta memastikan jenis kelaminnya setelah menyepakati tarif layanan sebesar 4.000 baht, lalu menyentuh bagian sensitif tanpa izin hingga berujung pada kekerasan.
Kasus lain juga tercatat pada Oktober, ketika tiga waria Thailand menyerang dua warga negara India di sebuah hotel di Pattaya. Para pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa barang-barang berharga senilai sekitar 24.000 baht.
Insiden tersebut dipicu oleh perdebatan mengenai biaya jasa seks, di mana para turis mengklaim sepakat membayar 500 baht, sementara para waria menuntut bayaran lebih tinggi.
Bangkok, Thailand (Tangkapan Layar)