Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto terkait pembangunan sumur bor di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Dalam kelakarnya, Prabowo mempertanyakan apakah prajurit TNI yang dilibatkan dalam pembangunan sumur bor tersebut mendapatkan bayaran.
Candaan itu disampaikan Prabowo saat menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga setelah meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 1 Januari 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto terlebih dahulu memaparkan skema pembangunan sumur bor yang dikerjakan oleh Polri, TNI, dan BNPB.
"Ada beberapa skema, untuk yang dibangun Polri itu kedalaman 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100 sampai 200 meter, itu yang untuk minum. Jadi semuanya sudah dilaksanakan, memang masih kurang, Bapak. Ini dilaksanakan terus. Tapi untuk sehari-hari saya rasa cukup karena mobil tangki air juga terus tiap hari berjalan, Bapak," ucap Suharyanto.
Baca Juga: BNPB Fasilitasi Hunian Sementara Mandiri bagi Korban Bencana di Sumatera
Prabowo kemudian menanyakan besaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.
"Rp100 juta sampai Rp150 juta, Bapak," jawab Suharyanto.
Ia menjelaskan, biaya tersebut sudah mencakup pemasangan instalasi air, penyediaan tangki air, serta fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
Menanggapi paparan tersebut, Prabowo menilai biaya pembangunan sumur bor itu relatif terjangkau.
Kepala BNPB
"Maaf ya, kalau satu bor Rp150 juta itu saya anggap relatif termasuk murah," tuturnya.
Prabowo lalu kembali melontarkan candaan dengan menanyakan apakah biaya tersebut sudah termasuk upah tenaga kerja yang membangun sumur bor, sembari berseloroh soal prajurit TNI yang dikerahkan.
"Termasuk ongkos bekerja gak?" tanya Prabowo.
"Termasuk ongkos bekerja, Bapak," jawab Suharyanto.
Baca Juga: Biaya Hidup Melonjak, Aksi Protes Mahasiswa dan Pedagang Merebak di Iran
"Atau kalian pakai tentara gak dibayar gitu?" tanya Prabowo lagi sembari tertawa.
"Saya anggap itu relatif murah, karena saya dulu ngebor agak besar. Tapi memang tergantung tanah (kedalaman yang dibor)," sambung Prabowo.
Kelakar Presiden itu sontak disambut tawa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak yang turut hadir dalam rapat tersebut.
Suharyanto pun menegaskan bahwa prajurit TNI yang dikerahkan untuk membangun sumur bor tetap mendapatkan pembayaran sesuai ketentuan.
Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Usai Tinjau Lokasi Bencana di Aceh Tamiang (Sekretariat Presiden)