Ratusan Turis Dievakuasi Dalam Insiden Kecelakaan Kereta di Tempat Wisata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 12:23
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi kecelakaan Ilustrasi kecelakaan (Freepik/ rawpixel.com)

Ntvnews.id, Lima - Ratusan wisatawan dievakuasi seiring kembali beroperasinya layanan kereta api menuju dan dari benteng Inca Machu Picchu di Peru. Evakuasi ini dilakukan sehari setelah insiden tabrakan frontal dua kereta yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 40 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Januari 2026, sekitar 700 wisatawan domestik Peru dan 1.300 turis asing dari berbagai negara sempat terjebak di kota Aguas Calientes sejak kecelakaan yang terjadi pada Selasa siang, yang membuat operasional kereta api terhenti.

Operator kereta api PeruRail menyampaikan bahwa layanan secara bertahap kembali dijalankan pada Rabu, baik menuju maupun dari situs arkeologi Machu Picchu yang rata-rata dikunjungi sekitar 4.500 orang setiap harinya.

Baca Juga: Juara Dunia Tinju Anthony Joshua Alami Kecelakaan Hebat di Nigeria, 2 Orang Tewas

Mayoritas wisatawan mengandalkan kereta api dan bus untuk mencapai Machu Picchu, situs Warisan Dunia UNESCO yang berada di kawasan pegunungan Andes.

Insiden kecelakaan terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, ketika kereta milik PeruRail bertabrakan langsung dengan kereta Inca Rail di jalur tunggal yang menghubungkan Ollantaytambo dan Machu Picchu. Otoritas setempat menyebutkan satu kondektur tewas, sementara 40 penumpang mengalami luka-luka.

Baca Juga: VIDEO: Pemotor Alami Kecelakaan, Motor Ninja Ludes Terbakar

Pejabat pemerintah Ernesto Alvarez mengatakan kepada radio RPP bahwa hingga Rabu masih ada dua korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit. Ia menyebut faktor kelalaian manusia diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Polisi setempat juga telah menahan empat petugas kereta api dan melakukan tes alkohol.

"Tampaknya salah satu masinis, karena suatu alasan, entah tidak melihat atau tidak mengindahkan (sinyal), atau mengira tidak akan ada konsekuensi dan mengabaikannya," ujar Alvarez.

x|close