Grab Akui 2 Mitra Meninggal dan 3 Lainnya Dirawat Usai Demo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 22:19
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya menabur bunga saat mengunjungi makam almarhum Rusdamdiansyah di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. (ANTARA/Darwin Fatir) Director of East Indonesia, Operations Grab Indonesia Halim Wijaya (kiri) bersama timnya menabur bunga saat mengunjungi makam almarhum Rusdamdiansyah di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 31 Agustus 2025. (ANTARA/Darwin Fatir) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Grab Indonesia mengonfirmasi bahwa dua mitra pengemudinya meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir.

"Kami menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Affan Kurniawan di Jakarta dan almarhum Rusdamdiansyah di Makassar," ujar Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.

Neneng menyampaikan doa agar keluarga kedua almarhum diberi ketabahan, serta berharap para mitra yang sedang menjalani perawatan segera pulih.

Adapun ketiga mitra yang masih dirawat adalah Moh. Umar Amarudin di Rumah Sakit Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, serta Budi Haryadi di Rumah Sakit Primajaya Makassar.

Baca Juga: AS Diminta Cabut Larangan Visa terhadap Delegasi Palestina

Ia menegaskan, Grab selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan mitra sebagai prioritas utama. Perusahaan, kata Neneng, ingin terus berjalan berdampingan bersama para mitra layaknya keluarga.

Sebagai bentuk komitmen, Grab berjanji akan menegakkan keadilan dan memastikan hak-hak mitra terlindungi.

"Perusahaan sudah menyiapkan pendampingan yang menyeluruh. Mulai dari bantuan hukum, santunan, hingga dukungan lainnya, agar setiap mitra benar-benar merasa dijaga, mendapat perlindungan nyata, dan tidak sendirian menghadapi masa sulit," jelas Neneng.

Ia juga mengumumkan bahwa mulai 2 September 2025 hingga pemberitahuan berikutnya, Grab menghadirkan layanan Gercep/Grab Respons Cepat yang bisa diakses mitra di seluruh Indonesia melalui tiga kanal.

Pertama, Saluran Darurat Khusus di nomor 021-2350-7032 yang langsung terhubung dengan agen terlatih, serta dilengkapi sistem antrean prioritas agar dapat segera diekskalasi ke Tim Manajemen Krisis bila diperlukan.

Kedua, Help Center “Bantuan Tanggap Darurat”, berupa laman khusus yang menyediakan formulir pelaporan serta tombol “Hubungi Kami” bagi mitra yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke China, Temui Presiden Xi

Ketiga, fitur live chat di Help Center, yang memungkinkan mitra berkomunikasi langsung dengan agen khusus yang terlatih menangani kondisi darurat, dengan dukungan antrean prioritas.

"Ini adalah ikhtiar kami untuk menunaikan amanah dari keresahan para mitra, dan juga fokus kami adalah menghadirkan aksi yang nyata, bukan hanya sekadar janji," tegas Neneng.

Sebelumnya, pada Kamis 28 Agustus 2025, seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan menjadi korban saat melintasi area demonstrasi di depan Gedung DPR RI untuk mengantarkan pesanan makanan. Pada saat bersamaan, kendaraan taktis milik Brimob Polri melintas dan melindasnya, menyebabkan Affan meninggal dunia tidak lama setelah kejadian.

Sementara itu, Rusdamdiansyah meninggal pada Jumat di Makassar setelah mengalami pengeroyokan massa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ia dituduh sebagai intelijen sebelum akhirnya tewas dalam insiden tersebut. 

(Sumber: Antara)

x|close